Semangat Kampung Baledono Sambut Tujuhbelasan Tembok 200 Meter Dimural Tema Kemerdekaan

    SELFIE. Warga tampak sedang ber-selfie di salah satu titik mural di RW 04 Baledono Purworejo.

    MAGELANGEKSPRES.COM, Tembok di wilayah RW 04 Kelurahan Baledono Kecamatan/ Kabupaten Purworejo yang sebelumnya tampak kumuh dan kusam berhasil disulap menjadi spot selfi yang indah berkat sentuhan tangan-tangan kreatif pemuda setempat. Mengambil tajuk Baledono Great Wall, tembok-tembok tersebut di lukis mural bertemakan kepahlawanan, kebudayaan, patriotisme, gotong royong, persatuan dan sebagainya.

    Berada di kawasan perkotaan dan menjadi wajah belakang pecinan Purworejo, jalan utama RW 04 Baledono di bentengi dengan tembok-tembok yang menjulang tinggi.

    Oleh para pemiliknya, tembok-tembok belakang tersebut seperti dicuekin. Dibiarkan kusam. Padahal, tembok-tembok itu adalah bagian dari wajah kawasan RW 04.

    Menjelang peringatan HUT RI ke-75, warga setempat bekerjasama dengan organisasi kepemudaan Asphant (Anak Seputar Phantok) dan dengan dukungan pihak kelurahan berinisiatif untuk menghiasi tembok-tembok tersebut dengan mural tematik.

    “Tema-tema mural ini kami sesuaikan dengan semangat kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 yang mengambil tema Indonesia Maju,” terang ketua RW 04, Muchtar saat ditemui, Kamis (13/8).

    Tema tersebut diterjemahkan dengan aktualisasi karya seni di dinding tembok yang secara visual tampak lukisan wajah presiden-presiden RI dari masa ke masa, garuda pancasila, seni budaya, olahraga serta tema mural lainnya. Di ujung tembok atau gang pintu masuk Buh Penceng tampak tulisan besar Baledono Bersatu.

    Ketua Asphant yang juga koordinator kegiatan mural, Bramantyo Astadi mengungkapan proyek seni Baledono Great Wall tersebut sebenarnya adalah endapan ide yang sudah sangat lama dipendamnya. Alasannya, selain biaya yang dibutuhkan cukup tinggi, waktu pembuatannya juga lama.

    “Kebetulan ide itu kami sampaikan ke pihak RW hingga Lurah. Alhamdulillah memdapatkan dukungan untuk menggarap proyek yang biayanya diambilkan dari sumbangan-sumbangan para donatur,” ujarnya.

    Bram mengakui bahwa proses pembuatan mural Baledono Great Wall tidaklah mudah. Terlebih, pengerjaannya dilakukan di sela-sela kesibukan harian para pemuda di lingkungannya. “Ini sudah kami kerjakan selama sekitar 2 minggu terakhir. Progresnya memang tidak cepat karena selain menunggu kesiapan media tembok dirapikan terlebih dahulu juga media yang dilukis cukup besar. Tapi dengan semangat yang tinggi kami dapat terus berkarya hingga saat ini,” tambahnya.

    Rencananya, tembok-tembok tersebut akan menjadi dijadikan sebagai media wisata selfie. Sementara, di tepi jalan RW 04 tersebut akan dimanfaatkan untuk jualan kuliner. “Semoga nantinya bisa memberikan manfaat untuk masyarakat. Tidaknya menjadikan lingkungan lebih bersih dan rapi saja, namun juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar,” katanya. (*)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here