Di Balik Lahirnya Buku Puisi Karya Warga SDN Sengi 2 Dukun Siasati Waktu di Sela Pembelajaran Daring

    BUKU. Sebuah buku berisi puisi karya bersama guru dan siswa SD Negeri Sengi 2 Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, yeng tetap berkarya ditengah Pandemi Covid 19.
    BUKU. Sebuah buku berisi puisi karya bersama guru dan siswa SD Negeri Sengi 2 Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, yeng tetap berkarya ditengah Pandemi Covid 19.

    MAGELANGEKSPRES.COM, Pandemi covid-19 tidak menjadi penghalang untuk kreatif menorehkan karya. Hal itu dibuktikan Kepala Sekolah, Guru, dan Siswa SD Negeri Sengi 2 Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang. Mereka tetap berkarya dengan menulis buku puisi dan diterbitkan secara bersama-sama dalam satu buku.

    Sangat terharu dengan keberhasilan membuat buku berisi puisi karya guru dan siswanya. Buku kumpulan puisi tersebut diberi judul “Melawan Pandemi dari Bumi Merapi”.

    Buku tersebut setebal 53 halaman dan memuat puisi-puisi karya para guru dan siswa di sekolah tersebut.

    “Ini hal yang menarik dan membuat terharu. Di hari-hari biasa sebelum adanya pandemi, mereka enggan diajak untuk menulis puisi. Namun saat pandemi, dicelah-celah waktu mereka belajar daring, justru puisi-puisi ini muncul dengan derasnya,” kata Kepala SD Negeri Sengi 2, Budiharto.

    Dari sekian banyak puisi dalam buku tersebut, lanjutnya sebagian besar adalah puisi dengan tema peduli lingkungan.

    “Tema itu sejalan dengan ditunjuknya SDN Sengi 2 Dukun sebagai Calon Sekolah Adiwiyata di Kabupaten Magelang. Kita harus selalu menggelorakan kecintaan mereka pada lingkungan. Selain itu, terdapat pula kontribusi puisi berasal dari Plt Kepala UPT dan Pengawas SD di UPT Disdikbud Kecamatan Dukun juga,” papar terang Budiharto.

    Budiharto mengungkapkan, tujuan diterbitkannya kumpulan puisi tersebut untuk memberikan wadah bagi para guru dan siswa untuk berkreasi. Tentunya juga untuk meningkatkan kegiatan literasi di sekolah, khususnya di saat pandemi.

    “Semoga buku ini menjadi titik awal untuk inovasi-inovasi  yang akan datang. Dan bisa membuktikan bahwa kami bisa, meskipun sekolah kami berada di pelosok kaki Gunung Merapi,” pungkas Budiharto.(*)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here