Menilik Potensi Ekonomi Ikan Koi di Wonosobo Menggiuarkan, Harga Per Ekor Capai Jutaan Rupiah

    RAWAT. Untuk budidaya Koi butuh pemeliharaan harian, selain pakan juga kualitas air dan cek jamur atau penyakit lainnya.
    RAWAT. Untuk budidaya Koi butuh pemeliharaan harian, selain pakan juga kualitas air dan cek jamur atau penyakit lainnya.

    MAGELANGEKSPRES.COM,Dengan potensi dari melimpahnya air di Wonosobo, budidaya ikan air tawar menjadi salah satu pilihan para pengusaha. Bahkan selain ikan untuk konsumsi harian, para pengusaha banyak menggeluti budidaya ikan hias atau jenis hobi seperti ikan jenis Koi.

    MESKIPUN Koi sudah cukup banyak dikenal di Wonosobo, namun pembudidayanya belum begitu banyak. Padahal permintaan dari luar daerah cukup tinggi.

    Salah satu pengusaha ikan Koi di kawasan Kertek, Adhi. Dia sudah sejak beberapa tahun lalu fokus menggeluti budidaya koi. Selain untuk dijual secara langsung, Adhi juga mengaku beberapa kali mengikuti kompetisi atau lomba di luar kota.

    “Untuk ikan Koi ini ada jenis impor dan lokal, untuk harga beberapa jenis lokal justeru lebih mahal, seperti jenis Kohaku. Untuk bibit usia di bawah setahun biasanya di harga Rp150.000 tergantung jenis dan peranakannya atau bibitnya juga,” ungkapnya kemarin.

    Meskipun ikan Koi bisa dibudidayakan di kolam air tawar seperti ikan konsumsi lainnya, namun lebih baik untuk dipisahkan dari jenis lain. Bahkan dengan besaran atau umur yang berbeda juga untuk bisa dipisahka. Dalam setahun, perkembangan ikan koi cukup fantastis jika hidup di habitat yang mendukung. Bahkan ada pula pembudidaya yang membesarkan ikan Koi di sawah atau minapadi.

    “Wonosobo ini pasokan airnya bagus, kualitasnya juga bagus meskipun musim kemarau. Kami kebetulan mengandalkan sumber mata air dari jalur gunung Sindoro. Sehingga kualitas airnya sangat bagus. Para pembeli biasanya dari luar kota. Bahkan ada yang membeli satu ekor seharga Rp7 juta belum lama ini untuk jenis Goshiki,” ungkapnya

    Beberapa jenis yang dinilai istimewa selain dari motifnya juga dari tanda bulat di kepala atau Tancho yang menyerupai bendera Negara jepang. Meskipun tergolong ikan hias, Koi tidak direkomendasikan untuk dibudidayakan di akuarium, namun di kolam yang cukup luas. Beberapa jenis koi bahkan pernah dibanderol hingga belasan juta di ukuran kurang dari 30 centi meter. Dalam sebulan, Adhi menyebut omzet yang bisa didapatkan umumnya paling sedikit mencapai Rp50 juta.

    “Selain prestis, Koi ini juga menjadi sebuah kebanggaan bagi pemiliknya. Kalau untuk distribusi kita treatment seperti bibit ikan lainnya. Sedangkan untuk peletnya khusus pakan Koi. Kalau untuk Koi ini perawatannya harus harian dan kita juga cek kalau ada jamur atau penyakit,” pungkasnya. (*)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here