Usia Tak Menjadi Aral Menghibur Orang Siapa Tak Kenal “Badut Salamun”?

    BADUT. Bertahun-tahun menjadi badut, Salamun, namanya melambung tak hanya di Magelang.
    BADUT. Bertahun-tahun menjadi badut, Salamun, namanya melambung tak hanya di Magelang.

    MAGELANGEKSPRES.COM,Sosok badut yang sering mengundang gelak tawa, membuat tokoh ini selalu dielu-elukan anak kecil. Bagi warga Magelang siapa yang tak kenal dengan badut Salamun. Gaya kocaknya sering terlihat di pasar-pasar, acara ulang tahun, sampai hiburan di kampung-kampung. Seperti apa?

    RAJIN beribadah menjadi prinsip Salamun dalam melakoni profesinya sebagai badut hingga ia mampu bertahan hingga saat ini. Usianya memang tidak muda lagi.

    “Saya berusaha tetap shalat lima waktu dan tahajud tiap malam. Setiap kali mau pentas juga selalu berwudhu dulu agar wajah terlihat cerah,” kata pria berusia 54 tahun itu saat ditemui di rumahnya Kampung Paten Gunung Kelurahan Rejowinangun Selatan, Kota Magelang.

    Pemilik usaha jasa Badut Milyarder Salamun ini menuturkan, tak cukup beribadah, ia juga terkenal dengan usahanya yang keras. Bahkan, sejak usia dini ia sudah berhadapan dengan kerasnya kehidupan, terlebih saat ditinggal orangtua saat masih duduk di kelas 3 SD.

    “Sejak ditinggal bapak, saya tidak lagi sekolah. Saya keluar dari sekolah untuk bekerja. Apa saja saya kerjakan. Pernah ke pasar jadi tukang pijat, dan paling lama saya ikut orang di Muntilan menjadi baby sitter tiga anak sekaligus,” katanya.

    Sebagai perawat bayi ia lakoni sangat lama, sekitar 35 tahun. Di sela merawat bayi itulah, ia mulai merintis menjadi badut. Setiap kali ada kegiatan peringatan 17 Agustus ia tampil menghibur orang dengan berpakaian badut.

    “Ketika itu saya belum pakai pakaian badut karakter seperti sekarang. Dulu masih pakaian biasa, hanya dengan make up dan dandanan ala badut. Penonton banyak yang suka, banyak yang tertawa dan tepuk tangan,” tuturnya.

    Menjadi badut inilah yang terus ditekuninya. Pernah ia bercita-cita menjadi tabib yang andal menyembuhkan orang lain. Namun, nasib berkata lain, ia justru menjadi badut yang disukai banyak orang.

    “Sering saya mendapat wangsit melalui mimpi kalau di usia 40 tahun menjadi tabib yang mujarab menyembuhkan orang sakit. Ternyata, di usia 40 tahun saya justru menjadi badut yang mujarab menghibur orang dan sering dipanggil untuk menghibur,” jelasnya.

    Terbukti ketika Salamun yang juga jago sulap ini kerap diundang banyak acara baik di Magelang maupun sampai di ibukota Jakarta. Bahkan, terbilang sering tampil di televisi di program acara unjuk bakat dan komedi. Tak jarang juga tampil di acara-acara televisi yang off air di kota-kota besar.

    “Pernah ikut program Gong Show di televisi swasta nasional. Pulang dari sana dapat duit Rp1,75 juta dan saya gunakan untuk modal membuat baju badut. Sangat berharga saat itu, karena jadi awal saya punya baju badut. Sekarang saya punya 50 karakter baju badut,” akunya.

    Sejak saat itu ia sering tampil di televisi baik on air maupun off air dan mendapat banyak bayaran. Pernah pula ikut lomba joget dan menjadi juara pertama dengan hadiah jutaan rupiah. Termasuk pernah turut dalam aksi pemecahan rekor joget terlama.

    “Pernah saya sampai menolak panggilan stasiun televisi, karena waktu itu ibu saya tidak mengijinkan. Saya ikut omongan ibu saja,” katanya. (*)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here