Video Pendek Karya Remaja Purworejo Diapresiasi Unicef

    MAGELANGEKSPRES.COM,Video pendek berjudul “Sebuah Kontemplasi Saat Pandemi” karya alumni SMA Negeri 1 Purworejo angkatan tahun 2020, Lulu Il Asshafa (18), mendapat apresiasi dari Unicef. Pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2020 ini, videonya terpilih sebagai karya inspiratif dan ditampilkan di sejumlah stasiun televisi nasional.

    Lulu merupakan putri dari pasangan Amad Kodrat dan Sumiyati (Alm) yang tinggal di RT 03 RW 03 Desa Prapag Lor Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo. Remaja yang juga tergabung dalam Forum Komunikasi Anak Kabupaten Purworejo ini berhasil meloloskan karyanya setelah mengunggah di sosial media Unicef.

    “Alhamdulillah Kamis kemarin (23/7) video berdurasi 1 menit yang saya unggah mendapat apresiasi dari Unicef dengan ditayangkan di TVRI, Metro TV dan RRI. Informasi dari pihak Unicef kemungkinan juga masih akan tayang di media lain,” kata Lulu saat dikonfirmasi, Jumat (24/7).

    Disebutkan, perjalanan karyanya dimulai sejak mengikuti workshop videografi yang diadakan oleh Unicef selama 2 hari secara virtual. Berbekalkan itulah, video Lulu yang dipublikasikan Unicef dan U-Report mendapat sambutan hangat dari banyak orang. Bahkan, jumlah like-nya mencapai lebih dari 260 ribu.

    Selain mendapat ilmu, Lulu mengaku juga mendapatkan banyak teman baru.

    “Meskipun kami hanya bertemu secara virtual, workshop tetap berjalan asyik dan menyenangkan. Dari situlah mulai muncul semangat untuk terus belajar membuat video. Di workshop videografi tersebut Unicef bekerja sama dengan kinemaster, sehingga masing-masing dari kami mendapatkan kode promo untuk aplikasi kinemaster premium,” sebutnya.

    Setelah workshop selesai, Lulu diberikan tantangan untuk membuat video lalu diunggah di akun Instagram masing-masing dengan tagar #covid19diaries. Melalui program #covid19diaries, di setiap pekanakan ada konten-konten pilihan yang akan diposting di akun sosial media Unicef.

    “Salah satu yang terpilih adalah video berjudul Sebuah Kontemplasi di Masa Pandemi yang saya buat. Video tersebut saya posting pada tanggal 8 Mei di akun sosial media Unicef, Yayasan Setara, dan U-report,” ucapnya.

    Hasil karya Lulu juga mendapat sambutan hangat dari banyak pihak. Pada bulan Juni lalu, Lulu pun diwawancarai secara tertulis oleh Unicef. Baginya, tayang di televisi bukan penghargaan utama, tapi yang lebih penting adalah bisa memotivasi dan menginspirasi masyarakat.

    Lulu menjelaskan bahwa videonya dipersembahkan untuk semua orang yang sedang berusaha melewati masa-masa sulit untuk mencapai masing-masing posisi yang sedang diperjuangkan. Pesan inti yang ingin disampaikan yakni tetap semangat, harus selalu siap dan sigap menghadapi perubahan.

    “Dan satu lagi,  harus selalu percaya bahwa dengan cara yang entah bagaimana, Tuhan pasti akan memberikan yang jauh dari sekadar baik,” jelasnya.

    Menurutnya, dalam masa pandemi Covid-19 ini yang dapat diperbuat sekarang adalah melakukan pencegahan sesuai himbauan, saling doa, dan menguatkan. Hal itu demi menjaga kesehatan fisik, pikiran dan tetap produktif, bertindak positif sesuai protokol kesahatan sesuai aturan pemerintah.

    “Mungkin sekarang kita punya jarak, tapi esok kita akan bersyukur bahagia karena dapat melewatinya bersama,” ungkapnya.

    Lulu mengaku bersyukur atas apresiasi dan fasilitasi yang diberikan Unicef, Yayasan Setara, dan U-report. Dirinya berharap, video karyanya dapat menginspirasi orang lain untuk mengoptimalkan peluang pada masa pandemi.

    “Harapan saya semoga pandemi cepat berakhir, ekonomi pulih, dan pendidikan normal kembali,” pungkasnya. (*)

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here