Kemendikbud Gelar Kemah Virtual Pertama di Dunia

Sekjen Kemendikbud Ainun Na'im.
Sekjen Kemendikbud Ainun Na'im.

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Sebanyak 2.982 anak dari berbagai jenjang pendidikan di 34 provinsi mengikuti Kemah Karakter Virtual (KKV).

Menurut Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hendarman, kemah virtual ini merupakan yang pertama di dunia dan diikuti ribuan peserta.

“KKV ini dimulai sejak 6 Juli hingga 9 Juli. Diikuti 2.982 peserta dari 34 provinsi. Peserta terbanyak dari Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, dan Sumatera Utara,” ungkap Hendarman.

Dia menambahkan, KKV ini digelar untuk mengisi hari libur anak-anak sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional. Dengan KKV, diharapkan anak-anak bisa mengamalkan Pancasila dalam kebinekaan global serta mempererat hubungan antara anak dengan keluarganya.

“Tugas dan proyeknya akan dikaitkan dengan keluarga, karena kami merasa keluarga ini sangat penting terutama di masa pandemi ini,” kata Hendarman.

Puncak KKV, lanjutnya, akan dilaksanakan pada 24 Juli 2020 dan ditayangkan di program Belajar dari Rumah di TVRI. Kemendikbud akan memilih lima pemenang sebagai peserta terbaik.

Sementara Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Ainun Naim, mengapresiasi pelaksanaan kemah karakter secara virtual sebagai terobosan baru oleh Pusat Penguatan Karakter.

Anak-anak bisa tetap aktif mengembangkan diri dengan suasana yang menyenangkan sehingga nantinya dapat membawa Indonesia ke masa emasnya.

“Tujuan kegiatan ini terutama adalah supaya anak-anak bisa menjadi Pelajar Pancasila yang berketuhanan, berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, memiliki jiwa gotong-royong dan kebinekaan global,” katanya.

Menurut Ainun, situasi pandemi saat ini mengharuskan masyarakat untuk melakukan pembatasan fisik, sehingga inovasi yang dilakukan oleh Pusat Penguatan Karakter ini sangat menarik.

Dia berharap KKV bisa menciptakan dan mengelola skema yang tidak membosankan dan menciptakan situasi yang hangat dengan tetap mendorong terciptanya karakter Pancasila.

“Kegiatan virtual akan jadi kebiasaan baru apapun keadaannya, seperti yang kita lihat sekarang. Karena itu dipandang lebih efisien dan efektif, terlebih di masa pandemi ini,” tandas Ainun. (esy/jpnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here