Uji KIR Dibuka Lagi, Terjadi Antrean Panjang

RAMAI. Setelah dibuka, uji KIR di Dishub Kota Magelang ramai didatangi sopir angkutan, untuk melaksanakan uji KIR yang menutup layanannya sejak tiga bulan lalu.
RAMAI. Setelah dibuka, uji KIR di Dishub Kota Magelang ramai didatangi sopir angkutan, untuk melaksanakan uji KIR yang menutup layanannya sejak tiga bulan lalu.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG  – Setelah sempat dua bulan berhenti akibat pandemi Covid-19, pelayanan uji kir di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang kembali dibuka. Pembukaan kembali layanan ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.

Saking antusiasnya, pemilik atau pengemudi kendaraan pun harus rela antre menunggu giliran kendaraannya masuk pengujian. Antrean begitu terlihat hingga menyebar di Jalan Jenderal Sudirman Magelang Selatan.

“Kita juga tidak menyangka, mungkin baru tahu dan sempatnya hari ini, sehingga antrean sampai terjadi” ujar Plt Kepala Dishub Kota Magelang, Singgih Indri Pranggana, kemarin.

Ia menjelaskan, pelayanan uji kir dibuka kembali dengan menerapkan prosedur protokol kesehatan secara ketat. Setiap pengemudi dan kru diperiksa suhu tubuhnya, kalau melebihi batas diwajibkan kembali pulang.

“Kendaraan yang masuk disemprot cairan desinfektan. Pengemudi dan kru wajib memakai masker, cuci tangan pakai sabun saat mengurus administrasi, dan jaga jarak. Petugas kami juga pakai masker, face shield dan pembatas di bagian administrasi, dan kita atur tempat duduknya,” katanya.

Sekretaris Dishub Kota Magelang, Chandra Wijatmiko Adi menambahkan, selama dua bulan berhenti, banyak yang menanyakan kapan kembali dibuka. Warga bahkan tak jarang yang mengeluhkan karena kendaraan belum dicek kelayakannya.

“Ada pula yang ditegur ketika ke luar kota pas ada pemeriksaan. Setelah banyak pertimbangan, akhirnya kita buka lagi pelayanannya dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” jelasnya.

Baca juga
Pasien Positif Corona di Kabupaten Magelang Berkurang Lagi, Tinggal 4 Orang yang Dirawat

Antusias pemilik kendaraan, katanya, memang tinggi. Terlihat dari pelayanan sejak dibuka beberapa hari lalu, mencapai 80 kendaraan. Jumlah ini meningkat sekitar empat kali lipat dibanding hari biasa sebelum pandemi yang hanya 20-25 kendaraan/hari.

“Meski tinggi, tapi waktu pendaftaran seperti biasa, yakni Senin-Kamis sampai jam 11.00, Jumat sampai jam 10.00. Pengerjaan uji kir sampai sore,” paparnya didampingi Kasi Pengujian Kendaraan Bermotor, Ridho Mustofa.

Chandra menyebutkan, waktu pengecekan per kendaraan rata-rata selama 26 menit. Pengecekan terdiri dari dua sektor, yakni cek persyaratan teknis, seperti dimensi, kelengkapan kendaraan, alat pemadam kebakaran, segitiga pengaman, dan lainnya.

“Pengecekan kedua berupa uji kelayakan jalan, seperti uji emisi, rem, spedometer, kuncup roda depan, cahaya, desibel suara, dan lainnya. Total uji kelayakan jalan ada 16 item yang harus dicek,” terangnya.

Terkait pembayaran, katanya, saat ini masih seperti biasa bersifat manual. Ke depan sudah direncanakan menggunakan sistem nontunai dengan menggandeng BPKAD dan BPD Bank Jateng.

“Pembayaran nontunai ini untuk memudahkan pelayanan administrasi. Sudah dua kali kita uji coba dan lancar. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa diterapkan,” pungkasnya. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here