PDAM Wonosobo Pasang Dua Toren Cuci Tangan di Alun-alun Sisi Barat

PERESMIAN. Ketua TP PKK Fairuz Eko Purnomo bersama Dirut PDAM Tirta Aji, M Sjahid, resmikan penggunaan toren bak cuci tangan di Alun-alun Wonosobo ditandai pemasangan stiker protokol kesehatan .
PERESMIAN. Ketua TP PKK Fairuz Eko Purnomo bersama Dirut PDAM Tirta Aji, M Sjahid, resmikan penggunaan toren bak cuci tangan di Alun-alun Wonosobo ditandai pemasangan stiker protokol kesehatan .

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Sebagai upaya dalam pencegahan penularan Covid-19 di ruang publik, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Aji Kabupaten Wonosobo memasang dua toren atau penampungan air sebagai tempat cuci tangan di area publik Alun-alun Kabupaten Wonosobo.

Toren dengan kapasitas 520 liter tersebut dipasang di Alun-alun Kabupaten Wonosobo sisi barat. Penggunaan fasiltas itu secara resmi dibuka Direktur Utama PDAM Tirta Aji dan Ketua TP PKK Kabupaten Wonosobo, Senin (29/6).

Dirut PDAM Tirta Aji Kabupaten Wonosobo, M Sjahid, mengemukakan, alun alun sebagai area publik yang banyak dikunjungi orang, baik itu yang ber olahraga, rekreasi maupun aktifitas lainnya, sangat diperlukan tempat cuci tangan yang memadai baik dari segi fungsinya maupun estetikanya.

“Alun alun sebagai area publik yang banyak dikunjungi orang, sangat perlu tersedianya tempat cuci tangan yang memadai di tengah pandemi covid-19 dan menghadapi tatanan baru atau normal baru. Upaya gugus tugas sudah cukup baik, bahkan jumlah pasien positif sudah tidak ada, tapi kita tidak boleh lengah,” katanya.

Menurutnya, terkait pemasangan toren di Alun-alun, telah mempertimbangkan sejumlah aspek, diantaranya dari sisi estetika atau keindahan, sehingga tidak merusak pemandangan alun-alun yang dikenal luas dan hijau.

“Dengan pertimbangannya estetika juga, karena kalau hanya keran, kurang manis, apalagi alun alun sebagai wajah Wonosobo. Dan ini kita harapkan menjadi salah satu kampanye terkait perlawanan kita terhadap covid-19. Semoga bermanfaat dan bisa mengedukasi masyarakat, apalagi di toren tersebut juga dipasangi stiker himbauan protokol kesehatan dan cara cuci tangan yang baik dan benar,” terangnya.

Baca Juga
Seluruh RS di Kota Magelang Zero Pasien Covid-19

Dijelaskan, toren dengan kapasitas 520 liter yang dipasang di Alun-alun Wonosobo merupakan toren otomatis dan dilengkapi dengan 4 buah kran air serta 4 wasbak dan sabun cuci tangan di setiap 1 toren.

“Jadi total ada 2 toren otomatis dengan 8 kran air, 8 wasbak serta sabun cuci tangan, dengan aliran air bersih dari PDAM,” ucapnya.

Sementara, Ketua TP PKK Kabupaten Wonosobo, Fairuz Eko Purnomo menyampaikan Alun-alun sebagai area publik yang menjadi tempat olahraga, rekreasi dan tempat bermain anak anak. Jadi pemerintah harus menyediakan tempat cuci tangan bagi masyarakat yang berkegiatan di alun alun, dan ini menjadi komitmen pemerintah daerah untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kabupaten Wonosobo.

Melihat fenomena setelah semakin menurunnya kasus dan pasien covid-19 di Wonosobo, minat masyarakat untuk jalan jalan dan bermain di alun alun semakin lama semakin meningkat, sehingga menimbulkan kekawatiran tidak steril atau menjadi tempat penularan.

“Pemkab bersama dengan PDAM menyediakn fasiltias cuci tangan, sehingga sebelum maupun sesudah beraktivitas di alun-alun bisa cuci tangan,” katanya.

Pihaknya berharap, dengan menurunya jumlah penderita, bahkan tinggal satu pasien positif, bisa semakin meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat di seluruh lapisan masyarakat Wonosobo.

“Semakin mudahnya warga mendapatkan akses untuk cuci tangan, diharapkan akan semakin kuat  mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya. (gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here