Forpimda Kota Magelang Lakukan Simulasi Kedua, Pastikan Taman Kyai Langgeng Mulai Dibuka 1 Juli

SIMULASI. Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina, Sekda Joko Budiyono, Kapolres AKBP Nugroho Ari Setyawan, dan Direktur PDOW Taman KYai Langgeng, Edi Susanto menggelar simulasi tahap dua rencana pembukaan objek wisata tersebut
SIMULASI. Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina, Sekda Joko Budiyono, Kapolres AKBP Nugroho Ari Setyawan, dan Direktur PDOW Taman KYai Langgeng, Edi Susanto menggelar simulasi tahap dua rencana pembukaan objek wisata tersebut

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG  – Perusahaan Daerah Objek Wisata (PDOW) Taman Kyai Langgeng di Kota Magelang bersiap membuka tempat wisata itu, Rabu (1/7) mendatang. Kebijakan ini setelah simulasi kedua yang dilakukan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Magelang nyaris tak terkendala, terutama mengenai pemenuhan protokol kesehatan.

“Tadi (kemarin) ada usulan supaya informasi dan sosialisasi publik seperti papan yang mengarahkan pengunjung untuk patuh terhadap protokol kesehatan ditambah lagi di beberapa titik. Selebihnya tidak ada,” kata Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina saat memimpin simulasi pembukaan PDOW Taman Kyai Langgeng, Senin (29/6).

Hasil simulasi kedua ini, kata Windarti, akan dikirimkan kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, yaitu Walikota Magelang, Sigit Widyonindito. Dari surat keputusan (SK) Walikota Magelang pula, PDOW Taman Kyai Langgeng akan ditentukan apakah boleh dibuka atau tidak.

“Hasil ini akan kami kirimkan kepada Pak Wali (Walikota Magelang, Sigit Widyonindito) untuk membuat keputusan, nanti beliau juga yang akan membuka Taman Kyai Langgeng,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara garis besar, manajemen Taman Kyai Langgeng maupun pelaku penyangganya, seperti UMKM, pedagang, dan sebagainya wajib memenuhi protokol kesehatan.

“Protokol kesehatan berlaku untuk semua, selain manajemen pengelola Taman Kyai Langgeng, termasuk para pedagang kuliner, UMKM, dan pengunjungnya harus disiplin. Tetap memakai masker, jaga jarak minimal satu meter, dan rajin cuci tangan,” jelasnya.

Baca juga
Seluruh RS di Kota Magelang Zero Pasien Covid-19

Demikian halnya dengan proses transaksi, katanya, penyedia tiket dengan pengunjung tak boleh kontak langsung. Manajemen Taman Kyai Langgeng bahkan sudah menyediakan tiket online bagi para pengunjungnya.

“Jadi tidak perlu bayar tiket secara manual karena pakai uang elektronik juga bisa,” ucapnya.

Menurut Windarti, secara umum Taman Kyai Langgeng sudah memenuhi syarat untuk buka kembali. Hanya saja, penentu nantinya tetap Walikota Magelang, mendasari pada hasil simulasi pertama dan kedua ini.

“Tapi saya kira akan secepatnya melihat kesiapan Taman Kyai Langgeng yang cukup serius. Apalagi sekarang memang dibutuhkan untuk buka, agar putaran ekonomi berjalan normal kembali,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur PDOW Taman Kyai Langgeng, Edi Susanto optimistis, hasil simulasi kedua ini mampu menjawab permintaan komitmen Pemkot Magelang untuk segera membuka objek wisata andalan tersebut.

“Saya yakin hasil simulasi kedua ini baik dan sudah sepatutnya memang dibuka. Kami sudah siapkan semuanya, termasuk antrean jaga jarak, jaga jarak di semua wahana, tanda jaga jarak, penyediaan wastafel cuci tangan dengan sabun sampai 50 titik, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Tidak hanya pembatasan kapasitas pengunjung yang hanya 800 orang setiap harinya, pengunjung yang hendak menikmati aneka wahana permainan pun turut dibatasi. Seperti jet coaster, becak air, bianglala, kereta air, kereta mini, dan lainnya tidak lebih dari 30 persen tingkat keterisian.

“Sudah kami lengkapi dengan tanda silang, dengan harapan tempat itu tidak diduduki pengunjung. Bahkan di tempat duduk umum, ayunan, warung kuliner, dan semuanya kita tandai dengan perintah menjaga jarak,” tandasnya.

Edi tak menampik, adanya pandemi virus corona membuat manajemen Taman Kyai Langgeng memutar otak untuk tetap membayarkan biaya operasional dan gaji karyawan. Edi menyebut kerugian Taman Kyai Langgeng selama pandemi mencapai Rp2,5 miliar untuk beban gaji karyawan dan perawatan rutin wahana.

“Perawatan tidak mungkin kita liburkan. Tetap harus dirawat. Kemudian gaji karyawan, meski jam mereka dikurangi tapi Alhamdulillah tidak ada satu pun yang dirumahkan, apalagi di-PHK. Mereka juga mendapat gaji penuh tanpa pemotongan,” paparnya.

Menurut Edi, per 1 Juli nanti Taman Kyai Langgeng tetap membatasi jumlah pengunjung tak lebih dari 800 orang per hari, juga pengurangan jam operasional hanya pukul 08.00-14.00 WIB.

“Sementara untuk waterboom masih kita tutup, sampai dengan arahan untuk membuka kembali,” pungkasnya. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here