Libur Sekolah Bukan Alasan Bermalas-malasan

    MEMBATIK KAYU. Remaja Masjid Tiban Jenar Kidul di Desa Jenar Kidul Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo belajar membatik kayu untuk mengisi libur sekolah selama pandemi Covid-19,
    MEMBATIK KAYU. Remaja Masjid Tiban Jenar Kidul di Desa Jenar Kidul Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo belajar membatik kayu untuk mengisi libur sekolah selama pandemi Covid-19,

    MAGELANGEKSPRES.COM,Kebijakan libur atau belajar di rumah akibat adanya pandemi Covid-19 kerap dimanfaatkan sebagian siswa untuk bermalas-malasan atau justru melakukan hal-hal negatif. Namun, hal itu tidak berlaku bagi sejumlah remaja yang tergabung dalam organisasi Remaja Masjid Tiban Jenar Kidul di Desa Jenar Kidul Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo. Selama masa pandemi, mereka mengisi hari-harinya dengan aktivitas produktif dan kreatif, yakni berlatih membatik olahan kerajinan kayu.

    Beberapa hari lalu, dunia pendidikan di Kabupaten Purworejo tercoreng dengan adanya kabar sepasang pelajar SMK swasta terjaring razia petugas Satpol PP saat sedang asyik mesum di hotel. Sebelum akhirnya mengaku, keduanya sempat berdalih menyewa hotel untuk mengerjakan tugas sekolah.

    Adanya aktivitas kreatif yang dilakukan oleh Remaja Masjid Tiban Jenar Kidul ini dapat menjadi pembelajaran positif bagi pelajar lain agar tidak terjerumus dalam hal-hal negatif serupa. Terlebih, di tengah jenuhnya masa belajar di rumah akibat pandemi, mereka justru mampu mengambil peluang berwirausaha.

    Para remaja masjid itu dilatih membatik oleh perajin batik kayu handal Batik Kayu Wijaya, Woden Craft dan Souvenir, bernama Widiyanto, di rumah usaha yang berada di RT 03 RW 01 Desa Jenar Kidul.

    “Para remaja masjid ini kami latih secara gratis, agar mereka bisa memiliki keahlian wirausaha setelah dewasa nanti,” kata Widiyanto, Sabtu (27/6).

    Pelatihan telah dilakukan sejak Rabu (24/6). Pelatihan yang diberikan antara lain membuat pola media kerajinan dari bahan baku kayu yang dibentuk menjadi wayang, tempat tisu, gantungan kunci serta barang-barang kerajinan lainya.

    “Setelah ada medianya baru mereka diajari cara membatik. Dari batik tradisional hingga jenis -jenis batik yang mereka anggap bagus untuk di gambar,” ungkapnya.

    Pelatihan itu, lanjutnya, diberikan secara gratis oleh Widiyanto kepada setiap remaja dan pemuda yang tinggal di Desa Jenar Kidul.

    “Ini merupakan inistiatif sendiri, dari pada mereka menganggur di masa liburan sekolah dan di masa pandemi ini. Sekiranya bisa nantinya ada harapan untuk usaha kedepannya. Walaupun nanti dipakai atau tidak mereka sudah bisa memiliki keahlian yang bisa untuk dikembangkan sebagai usaha mereka sendiri nantinya,” jelasnya.

    Widiyanto melihat, ada potensi yang cukup bagus dari kerajinan batik kayu ini. Di mana kerajinan batik kayu itu masih dianggap langka utamanya di wilayah Kabupaten Purworejo, dan memiliki peluang usaha yang cukup menjanjikan dipasaran.

    “Dari pada nganggur di rumah akibat pandemi covid-19, maka kami ajak mereka untuk mengisi waktu luang dengan belajar membatik kayu. Syukur nanti bisa dikembangkan menjadi sebuah usaha mandiri,” harapnya.

    Ketua Remaja Masjid Tiban Jenar Kidul, Agung Pamungkas, bersama remaja masjid lainnya, mengaku senang mengikuti pelatihan membatik kayu itu. Dengan pelatihan itu, dirinya bisa memiliki keahlian berwirausaha.

    “Sebenarnya ini cuma seperti hanya iseng dari pada nganggur di rumah karena libur corona. Namun, dari pada Gabut tanpa ada kegiatan, kami bersama remaja masjid lainnya belajar kerajinan ini. Harapanya jika telah lulus nanti dan kami tidak bisa bekerja maka kami bisa ikut mengembangkan usaha kerajinan ini,” katanya. (*)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here