Kemendikbud Siapkan Materi Belajar di Rumah

Kemendikbud Siapkan Materi Belajar di Rumah
Kemendikbud Siapkan Materi Belajar di Rumah

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyiapkan materi pengayaan pendukung kegiatan belajar dari rumah.

Materi pembelajaran tersebut, diserahkan langsung oleh perwakilan kluster pendidikan yang tergabung di dalam Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) kepada Kemendikbud.

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud Ainun Na’im menjelaskan, materi pengayaan dimaksud berupa informasi sumber-sumber belajar untuk peserta didik maupun tenaga pendidik yang bersifat bahan bacaan, lembar aktivitas, serta panduan berkegiatan bersama anak-anak dan remaja.

“Materi-materi pengayaan ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk memastikan pendidikan tetap berjalan di masa pandemi ini,” kata Naim, dalam keterangannya, Kamis (4/6).

Naim menuturkan, materi-materi pengayaan belajar dari rumah dapat diakses publik melalui laman bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id. Semua materi dapat diperbanyak dan dipergunakan untuk kepentingan pembelajaran, khususnya mendukung program belajar dari rumah.

Data Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) per 27 Mei 2020 menunjukkan sebanyak 646 ribu satuan pendidikan terdampak covid-19. Sedangkan, jumlah siswa terdampak mencapai 68.801.708 siswa yang dilaporkan melaksanakan kegiatan belajar dari rumah.

“Dari hasil survei singkat Seknas SPAB pada bulan April 2020, sebanyak 30,8 persen responden mengalami kendala belajar dari rumah dikarenakan koneksi jaringan internet,” ujarnya.

Ainun menerangkan, keselamatan dan kesehatan lahir batin peserta didik, orang tuanya, serta guru dan tenaga kependidikan menjadi pertimbangan utama Kemendikbud dalam merekomendasikan kegiatan belajar dari rumah selama masa pandemi covid-19.

“Makanya, Kemendikbud telah menerbitkan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Belajar dari Rumah Selama Darurat Bencana Covid-19 di Indonesia,” terangnya.

Ainun mengungkapkan, kegiatan belajar dari rumah dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik, tanpa terbebani tunturan menuntaskan kurikulum. Belajar dari rumah dapat fokus pada pendidikan kecakapan hidup, misalnya mengenai pencegahan penyebaran atau penularan covid-19.

“Materinya bisa disesuaikan dengan usia dan jenjang pendidikan, maupun konteks budaya di lingkungan sekitar, serta kekhususan peserta didik,” tuturnya.

Ainun menambahkan, belajar dari rumah tidak harus selalu dijalankan secara daring, tetapi juga luar jaringan (luring). Misalnya, menggunakan televisi dengan menonton siaran Belajar dari Rumah di TVRI, radio, serta buku ataupun modul belajar mandiri dan lembar kerja.

“Semoga kita dapat terus meningkatkan kerja sama dan menjaga kekompakan dalam menghadapi segala tantangan pendidikan di masa pandemi covid-19 ini,” ujarnya.

Sebanyak lebih dari 200 materi pengayaan dikumpulkan UNICEF bersama anggota klaster pendidikan. Mereka yakni lembaga Save The Children, Plan International Indonesia, Wahana Visi Indonesia, Kerlip, Predikt, LPBI NU, Muhammadiyah Disaster Management Center, Asia Foundation, Kompak, Inovasi/TASS, Tanoto Foundation, KYPA, Caritas Indonesia, Zenius, Ruang Guru, Google Indonesia, Microsoft Indonesia, SekolahMu dan lainnya yang tergabung dalam Seknas SPAB.

Chief of Education UNICEF Indonesia, Hiroyuki Hattori, menegaskan pihaknya akan selalu mendukung Kemendikbud dalam pemenuhan hak pendidikan anak. Terutama, dalam situasi darurat pandemi covid-19.

“Dengan memastikan keberlanjutan belajar anak baik melalui pengembangan panduan serta materi pengayaan khususnya bagi anak-anak di daerah marginal yang tidak memiliki akses internet,” ujar Hattori.

Sementara, Chief of Teachers’ Initiatives, Zenius Education, Amanda Witdarmono menerangkan, misi Zenius Education adalah untuk mendorong rasa kecintaan pada belajar di mana saja dan kapan saja. Misi itu semakin terasa nyata dalam masa pandemi covid-19 ini, terutama dalam kerja sama lintas sektor untuk mewujudkan kegiatan belajar dari rumah yang efektif.

“Kami siap untuk terus mendukung Kemendikbud dan seluruh stakeholder pendidikan, baik guru, orang tua maupun siswa, untuk tetap bisa merealisasi pembelajaran, meski dalam situasi yang tidak ideal,” kata Amanda. (der/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here