Melongok Program Telu Nulung Siji (3N1) di Purworejo Gotong Royong Atasi Pandemi Ala Desa Krandegan

    BUNGKUS. Sejumlah ibu-ibu di Desa Krandegan tampak membungkusi nasi untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan melalui program Telu Nulung Siji atau 3N1.
    BUNGKUS. Sejumlah ibu-ibu di Desa Krandegan tampak membungkusi nasi untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan melalui program Telu Nulung Siji atau 3N1.

    MAGELANGEKSPRES.COM,Mengatasi pandemi Covid-19 yang hingga kini dampaknya terus dirasakan oleh masyarakat hingga di pelosok desa membuat sejumlah desa berpikir bagaimana membangun jaring sosial di wilayahnya masing-masing. Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, kembali meluncurkan program bantuan Telu Nulung Siji atau 3N1 (dibaca ENI). Seperti apa?

    Sebelumnya ada program Pasar Bergerak, Meja Anti Lapar, Bantuan Cair Langsung, Baju Lebaran untuk Si Kecil, kini di desa yang terletak di Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah ini ada program baru yang diberi nama Telu Nulung Siji atau 3N1 (dibaca ENI ).

    Program 3N1 ini adalah kegiatan yang bernafaskan semangat gotong royong antarwarga. Konsepnya adalah, dimana ada 3 keluarga mampu yang membantu dan menopang 1 keluarga miskin di sekitarnya.

    “Semua warga yang ada didata dan dipetakan menjadi tiga kelompok, yaitu merah, kuning, dan hijau,” terang Kepala Desa Krandegan, Dwinanto kepada awak media, Senin (1/6).

    Merah adakah kelompok keluarga yang sangat miskin, yang bahkan untuk memenuhi kebutuhan makan saja kesulitan. Kuning adalah kelompok keluarga miskin yang masih bisa memenuhi kebutuhan pangan, akan tetapi tidak bisa hidup secara layak. Adapun hijau adalah kelompok keluarga yang mampu, hidup layak, dan berpotensi membantu warga yang lainnya.

    “Setelah didata dan dipetakan menjadi tiga kelompok, maka didata pula apa yang menjadi kebutuhan kelompok merah dan kuning, sekaligus apa yang bisa diberikan oleh kelompok hijau dalam membantu yang membutuhkan,” imbuhnya.

    Data itu kemudian direkap dan disatukan oleh tim di Posko Siaga di Kantor Desa Krandegan, untuk kemudian dilakukan eksekusi. Misal di bidang pangan, bantuan dari kelompok hijau yang berupa makanan siap saji, bisa langsung diberikan kepada kelompok merah secara terjadwal. Sedangkan bantuan yang berupa uang dan bahan pangan, diserahkan ke dapur umum untuk kemudian dimasak, dan didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.

    “Saat ini, kami mengoperasikan dapur umum yang setiap harinya memasak dan mendistribusikan ratusan  porsi makan untuk warga kami yang masuk kategori kelompok merah. Dari 900 KK, 212 di antaranya adalah Keluarga miskin. Dari 212 KK tersebut, ada sekitar 60 KK yang dalam kondisi kerepotan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Mereka inilah prioritas pertama yang kami selamatkan. Sunber dananya dari donasi, baik warga maupun dari luar desa. Konsepnya adalah gotong royong. Dari warga, untuk warga. Dari semua, untuk semua,” jelasnya. (*)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here