CCAI Jateng Kampanyekan Cuci Tangan Pakai Sabun

CCAI Jateng Kampanyekan Cuci Tangan Pakai Sabun
CCAI Jateng Kampanyekan Cuci Tangan Pakai Sabun

MAGELANGEKSPRES.COM,SEMARANG – Sadar terhadap pentingnya menjaga kesehatan serta kebersihan diri dan lingkungan  demi mencegah penyebaran Covid-19, sejak pertengahan bulan April lalu Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) di Jawa Tengah telah melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan kelurahan yang berada di sekitar lokasi manufaktur untuk memberikan edukasi kepada warga akan pentingnya PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat), khususnya mencuci tangan dengan benar. Salah satu cara sosialisasi yang dilakukan adalah dengan memasang spanduk yang berisi langkah – langkah pencegahan penularan Covid-19, mulai dari melakukan karantina mandiri di rumah, menjaga jarak fisik, hingga mencuci tangan dengan benar. CCAI juga turut memberikan 6 unit tempat cuci tangan portabel di 5 desa, yakni, Harjosari, Lemahireng, Samban, Randugunting, dan Jatijajar.  “Rencananya akan kami gunakan setiap sosialisasi PHBS ke warga, karena unit tempat cuci tangan portabel jadi lebih mudah dipindahkan,” jelas Antuk, Lurah Harjosari, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang.

Kampanye PHBS juga telah sering dilakukan  di 7 sekolah di Kabupaten Semarang yang mendapat bantuan peningkatan akses fasilitas air bersih dan sarana sanitasi serta berbagai pelatihan mengenai hidup bersih dan sehat dari Coca – Cola Fondation Indonesia (CCFI). Program yang mulai dijalankan sejak tahun 2017 di SMPN 1 Bawen, SDN Harjosari 2, SDN Samban 2, SDN Jatijajar, SD Harjosari 1, SD Lemahireng 1, dan SD Lemahireng 2 ini masih aktif untuk meneruskan pelatihan PHBS kepada siswa lainnya.

CCAI Jawa Tengah juga mendukung warga di sekitar area produksi yang secara sukarela menjadi bagian dari Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 dalam bentuk pembagian 600 masker kain dan 2.000 kemasan produk minuman. “Kami juga berterima kasih kepada CCAI karena telah peduli dengan warga sekitar dengan meminjamkan beberapa tenda untuk posko keamanan pendataan pendatang, dan alat ukur suhu tubuh yang kami gunakan selama masa pandemi COVID-19 ini,” kata Nuryanto, Kepala Desa Randugunting – Kecamatan Bergas. Kabupaten Semarang. (rls/oko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here