80% Pasien Covid-19 Memungkinkan Diisolasi Mandiri

80% Pasien Covid-19 Memungkinkan Diisolasi Mandiri

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Delapan puluh persen pasien covid-19 di Kabupaten Purworejo sangat memungkinkan untuk dilakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Hal itu lantaran kondisi pasien positif covid-19 dalam keadaan sehat.

Hal itu diungkapkan, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Purworejo, dr Darus , kemarin. Dikatakannya, dalam beberapa hari, pasien positif Covid-19 di Kabupaten Purworejo tidak mengalami penambahan. Angka positif berada di angka 76 orang. Dari angka tersebut tercatat masih ada 51 orang yang masih menjalani isolasi.

“Tidak ada kenaikan jumlah positif lagi dalam beberapa hari. Pasien berada di 2 rumah sakit masing-masing Tjitro (RSUD dr Tjitrowardojo) dan Tjokro (RSUD Tjokronegoro,” katanya.

Darus menyebut pasien positif itu dilakukan isolasi, dimana Tjitrowardojo dan Tjokronegoro masing-masing ditempati 13 pasien. Sementara yang lain atau 5 orang melakukan isolasi mandiri di rumah. “Dari total 51 orang itu, 80 persen kondisinya sehat dan sebenarnya bisa dilakukan isolasi mandiri di rumah,” imbuh Darus.

Sementara 20 persen sisanya memiliki keluhan kesehatan maupun sudah berusia lanjut. Sehingga mereka harus dilakukan perawatan.

“Yang perlu perawatan ditempatkan di Tjitorwardojo. Sementara yang di Tjokronegoro, sebenarnya kondisinya stabil atau tanpa gejala. Yang di Tjokro ini diarahkan untuk bisa melakukan isolasi mandiri sebenarnya,” tambahnya.

Hingga saat ini tercatat sudah ada 5 pasien positif yang melakukan isolasi mandiri. Mereka bisa mengikuti protokol penanganan Covid-19 yang diberlakukan. Sementara yang masih berada di rumah sakit, masih dilakukan penjajagan di lapangan untuk bisa isolasi di rumah.

“Bisa melakukan isolasi mandiri itu kan butuh tahapan. Setidaknya ada peran serta dari masyarakat, khususnya desa untuk turut mengawasi yang bersangkutan,” katanya.

Dijelakan jika masyarakat memegang kunci hal tersebut. Tidak sedikit ada warga yang melakukan penolakan, sehingga jika dipaksakan akan membuat kegaduhan di masyarakat

“Jadi sebelum dipastikan mereka isolasi di rumah, kita juga harus yakin jika tidak ada permasalahan di lapangan,” katanya

Tidak kalah penting, Darus menyebut, jika tempat untuk isolasi mandiri juga benar-benar sehat. Sehingga pasien positif tetap bisa melakukan kegiatan atau aktivitas untuk mendukung pemulihan kesehatannya.  (luk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here