Penjemputan 3 Orang Positif Corona di Kabupaten Magelang Sempat Diisukan Sebagai Penculikan

PENJEMPUTAN. Aparat mendampingi petugas medis dalam penjemputan seorang ulama dan dua orang lainnya di daerah Windusari yang positif Covid 19.
PENJEMPUTAN. Aparat mendampingi petugas medis dalam penjemputan seorang ulama dan dua orang lainnya di daerah Windusari yang positif Covid 19.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG— Sempat beredar berita hoaks melalui jejaring Facebook dan WhastApp terkait proses evakuasi tiga pasien positif di Windusari pada  Jumat (8/5). Dalam pesan berantai tersebut menyebutkan penjemputan merupakan penculikan secara halus terhadap kiai pengasuh pondok pesantren dengan memvonis positif corona.

Kapolsek Windusari, Iptu Irfan Azyan membenarkan adanya pesan berantai tersebut. “Benar pesan tersebut beredar melalui media sosial WhastApp. Ini menambah resah masyarakat sekitar,” katanya kemarin.

Mereka dijemput Tim Medis ber-APD lengkap dengan pengawalan Polsek dan Koramil.

“Penjemputan tersebut dilakukan karena hasil tes swab kepada tiga orang tersebut hasilnya positif. Ketiga pasien tersebut memiliki riwayat ikut acara Itjima Ulama Sedunia di Gowa Sulawesi,” jelas Irfan.

Irfan menjelaskan, sebenarnya pasien tersebut sudah diimbau untuk melakukan isolasi mandiri, namun muncul kekhawatiran dari masyarakat sekitarnya.

“Penjemputan tersebut atas dasar permintaan masyarakat yang khawatir tertular. Sebab itu kita selaku petugas Gugus Tugas Covid-19 koordinasi dengan pihak Muspika, Puskesmas Windusari dan Kelurga Pasien,” ungkapnya.

Kapolsek menyampaikan, saat proses penjemputan tidak ada unsur paksaan sama sekali dari petugas. Namun sebaliknya mendapat respons positif dari pasien dan pihak keluarganya.

“Selama proses penjemputan berjalan aman, lancar dan kondusif. Dan pasien sudah dibawah ke eks Kantor BPPKP Srowol Mungkid Magelang. Jadi tidak benar apa yang disampaikan oleh pesan di media sosial yang merupakan berita bohong atau hoaks tersebut,” tegasnya.

Sebab itu, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait pesan hoaks yang beredar di media sosial itu.

“Kita akan usut sumber utamanya karena bisa dikenakan pasal di UU ITE,dengan menyebarkan berita bohong atau hoaks. Saya berharap masyarakat lebih jeli mendapat informasi yang belum jelas kebenarannya. Jangan mudah termakan informasi hoaks,” pungkasnya.(cha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here