Seorang PNS Temanggung Terseret Banjir, Hari Ketiga Belum Ditemukan

PENCARIAN. Sebanyak 300 anggota Tim Sar Gabungan dari Wonosobo dan Temanggung menggelar operasi pencarian terhadap seorang pengguna jalan yang terseret banjir 

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Sebanyak 300 anggota Tim SAR Gabungan dari Wonosobo dan Temanggung menggelar operasi pencarian terhadap seorang pengguna jalan yang terseret banjir pada Senin sore (23/3). Memasuki hari ketiga, korban belum ditemukan.

Korban diduga kuat bernama Eko Cahyono ( 55) Warga Sumbersari Parakan Wetan  Kecamatan Parakan Temanggung. Identitas korban sudah dikonfirmasi oleh pihak keluarga. Korban merupakan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Temanggung.

Komandan Pos Basarnas Wonosobo, Hardi Amanurijal mengemukakan, pencarian terhadap  pengguna jalan yang terseret banjir di Sungai Beji Desa Reco Jertek, belum menemukan  menunjukkkan hasil. Hanya saja kendaraan sepeda motor yang digunakan korban sudah ditemukan.

“Kita terjunkan 300 personel dan kita bagi ke 5 SRU, menyusuri Sungai Beji, sepedi motor ditemukan  sekitar 5 kilometer dari titik awal korban hilang, ” ungkapnya.

Tim SAR yang dibagi dalam 5 SRU itu melakukan pencarian dari titik awal hingga 10 kilometer metode yang digunakan menyusuri sungai, mereka mengguna safety lengkap, dan alat vertikal serta perahu.

“Hari ketiga, kami sudah menemukan sobekan baju batik yang diduga kuat milik korban,” imbuhnya.

Diakui, porses pencarian terhadap korban menghadapi medan yang susah, serta cuaca yang tidak bersahabat, sehingga proses pencarian sering ditunda. Melihat derasnya air, pihaknya mengaku akan menghubungi tim SAR Banjarnegara untuk membantu melakukan proses pencairan di Sungai Serayu.

“Proses pencarian akan kita perluas, karena Sungai Beji ini menuju ke Sungai Begaluh, dan dari sungai itu kemudian masuk ke Sungai Serayu. Jadi kita hubungi tim SAR yang ada di Banjarnegara untuk membantu,” katanya.

Baca Juga
Satu Orang Asal Wonosobo Positif Covid- 19

Sementara itu, Sekdes Reco, Anto mengemukakan bahwa korban terseret arus air banjir dampak dari hujan deras pada Senin ( 23/3)  sore sekitar pukul 14.15 WIB. Dari informasi perangkat desa yang melihat peristiwa itu, awal mula kejadian melintas di TKP sambil mengendarai sepeda motor dari arah Kertek menuju Kledung.

“Saat melintas depan kantor Desa Reco, kondisi air sedang banjir. Korban terjatuh dalam posisi sambil mempertahankan motornya yang terbawa arus luapan ke Sungai Beji ,” katanya.

Situasi tersebut diketahui oleh pengguna jalan yang lain, dan langsung berupaya  menolong korban dengan memegang tangan korban tersebut sambil berteriak minta tolang, namun  karena kuatnya luapan arus sungai tidak kuat menolong korban. Sehingga, korban terbawa luapan arus sungai tersebut dan terjatuh ke dalam jurang dengan ketinggian sekitar 15 meter yang bawahnya merupakan Sungai Beji Desa Reco yang kondisi arusnya sangat deras.

“Kejadian tersebut pernah terjadi pada 18 tahun lalu,” katanya

Sementara itu, M Afifudin selaku keluarga korban yang datang ke Balai Desa Reco, kepada tim SAR  mengemukakan bahwa korban yang terseret arus banjir pada (24/3) , diduga kuat merupakan ayahnya. Sebab belum kembali ke rumah setelah pergi menghadiri nikahan di Wonosobo.

“Ayah kami pergi menghadiri nikahan, di gedung Korpri Wonosobo tapi belum kembali. Sudah berkali-kali telpon tapi tidak diangkat,” katanya.

Pihak keluarga juga sudah melihat proses terseretnya korban melalui CCTV di Balai Desa Reco serta melihat langsung kondisi sepeda motor yang berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Keluarga meyakini pengguna jalan yang terbawa arus banjir itu adalah ayahnya. (gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here