Mujahadah dan Santap Bersama ‘Sayur Corona’

    MAKAN BERSAMA. Jamaah Masjid Al Anwar Sejiwan terlihat makan bersama menikmati menu 'sayur corona' usai bersama-sama menggelar doa tolak balak.
    MAKAN BERSAMA. Jamaah Masjid Al Anwar Sejiwan terlihat makan bersama menikmati menu 'sayur corona' usai bersama-sama menggelar doa tolak balak.

    MAGELANGEKSPRES.COM,Ikhtiar untuk menghadapi keganasan virus corona atau covid-19 dilakukan tidak hanya oleh pemerintah semata. Warga masyarakat juga terdorong untuk bersama-sama melakukan upaya dengan segenap kemampuan yang dimilikinya. Seperti yang dilakukan oleh jamaah Masjid Al Anwar Sejiwan Loano, Rabu (25/3) malam. Mereka menggelar mujahadah tolak balak yang diakhiri dengan makan bersama dengan menu spesial ‘sayur corona’. Seperti apa?

    Puluhan jamaah Masjid Al Anwar yang berada di Dusun Sejiwan Kidul Desa Trirejo terlihat tampak khusuk merapal doa usai Salat Isya’. Beragam doa dan salawat tampak fasih terucap dengan serempak penuh semangat, mengetuk pintu langit berharap virus corona segera enyah dari bumi Indonesia terkhusus, keluarga serta sanak saudara jamaah senantiasa dijauhkan dari penyakit yang telah merenggut puluhan nyawa di Indonesia.

    “Ikhtiar melawan corona wajib dilakukan oleh seluruh orang yang beriman. Tidak melulu ikhtiar lahir semata, ikhtiar yang bersifat batiniah seperti mujahadah dan doa bersama ini juga penting dilaksanakan,” kata Kyai Bastomi, takmir sekaligus sesepuh Masjid Al Anwar mengawali ceramahnya sebelum doa digelar.

    Dikatakannya, ikhtiar lahir diantara adalah menjaga pola hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, penyemprotan disinfectan, menjaga kebugaran badan dengan berolahraga, menjaga pola makan serta kualitasnya yang tidak semata-mata halal tapi juga toyib.

    “Yang kita lakukan malam ini adalah ikhtiar batiniah. Memohon kepada Allah SWT agar kita, keluarga kita senantiasa dijauhkan dari bahaya virus corona. Dan semoga virus mematikan itu juga segera dapat ditangani oleh pemerintah Indonesia,” katanya.

    Menurut Kyai Bastomi, pentingnya memanjatkan doa adalah bentuk perwujudan jika manusia adalah makhluk yang lemah dihadapan Allah SWT. Manusia tidak memiliki daya dan kuasa tanpa campur tangan Allah. Dan doa merupakan senjatanya orang mukmin.

    “Keadaan dan kekacauan baik dari sisi medis maupun dampaknya pada sektor ekonomi telah kita rasakan bersama. Seharusnya keadaan semacam ini menjadikan kita semakit dengan dengan Yang Maha Kuasa. Jangan menjauh. Manusia butuh sama Allah, butuh sehat, butuh rejeki butuh macam-macam. Dan semua itu hanya Allah yang mampu memberikannya,” tandasnya.

    Usai doa bersama, jamaah kemudian bersama-sama menyantap berbagai hidangan yang telah dibawa oleh masing-masing jamaah. Yang paling khas dari sajian tersebut adalah menu lodeh pitu atau sayur lodeh yang berbahan dasar tujuh macam jenis sayuran diantaranya, kulit mlinjo, waluh, kacang, daun so, kluwih, labu dan tempe.

    “Warga biasanya menyebut sayur tolak balak. Karena ini musim corona, warga kemudian menamainya sayur corona. Menu tersebut lazim ada menjadi menu makan bersama saat bulan suro atau ketika menghadapi balak seperti virus corona ini. Tradisi ini adalah tinggalan dari para ulama pendahulu,” katanya.

    Kegiatan doa bersama tersebut juga dirangkai dengan agenda penyemprotan disinfectan yang akan digelar keesokan harinya. Penyemprotan tersebut dilakukan oleh pemerintah desa dengan melibatkan ketua-ketua RT dan RW secara serentak di wilayah Desa Trirejo. (*)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here