Kecuali Pejabat, ASN Pemkot Magelang WFH

WFH. Pemkot Magelang menerapkan sistem kerja WFH kepada ASN setempat, sekaligus menghapus apel rutin pagi, selama pencegahan penyebaran wabah covid-19.
WFH. Pemkot Magelang menerapkan sistem kerja WFH kepada ASN setempat, sekaligus menghapus apel rutin pagi, selama pencegahan penyebaran wabah covid-19.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG SELATAN – Work From Home (WFH)  bagi aparatur sipil negara (ASN) di Pemkot Magelang resmi diberlakukan. Kebijakan itu dimulai pada 23-31 Maret 2020.

WFH atau bekerja dari rumah ini dilegalisasi melalui surat edaran (SE) No 800/274/430 tentang Petunjuk Teknis Pelayanan Pelaksanaan Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) Lingkungan Pemkot Magelang.

Dalam surat yang ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang Joko Budiyono tertanggal 20 Maret 2020 itu menyebutkan, penyesuaian jam kerja untuk mencegah penyebaran virus corona (covid-19).

”Peraturan itu berlaku mulai 23 Maret sampai 31 Maret 2020. Kecuali jika ada kebijakan lain maka bisa diperpanjang,” kata Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Magelang, Dina Indarwati, Rabu (25/3).

Dijelaskan, tidak seluruhnya ASN atau pejabat yang bisa bekerja di rumah. Dalam SE disebutkan, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sekretaris, camat dan sekretaris kecamatan, pengawas minimal satu dan kepala sekolah, tetap harus masuk kantor setiap hari.

”Sementara untuk level pelaksana disesuaikan kebutuhan,” imbuh Dina.

Sedangkan khusus untuk Satpol PP tetap masuk semua karena bertugas. Namun bisa kerja di rumah jika pada hari itu tidak banyak tugas. Kemudian untuk pegawai rumah sakit dan puskesmas diatur sendiri oleh instansi tersebut.

”Untuk presensi kehadiran tidak lagi menggunakan finger print diganti sistem manual,” terangnya.

Baca Juga
Seorang PNS Temanggung Terseret Banjir, Hari Ketiga Belum Ditemukan

Sementara itu, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Ahmad Ludin Idris menegaskan, meski di rumah ASN tetap bekerja, jadi tidak libur. Jika sewaktu-waktu ada tugas yang memerlukan kehadirannya maka harus datang ke kantor.

Ia mencontohkan, Bagian Prokompim yang dipimpinnya memiliki tiga subbagian dengan jumlah staf sebanyak 19 ASN dan 4 tenaga harian lepas. Subbagian yang dimaksud adalah Subbagian Protokol, Subbagian Dokumentasi Pimpinan dan Subbagian Komunikasi Pimpinan.

”Dari subbag protokol banyak yang tidak masuk, karena Pak Wali (Walikota Magelang Sigit Widyonindito) tidak ada kegiatan (yang membutuhkan layanan keprotokolan). Namun jika sewaktu-waktu dibutuhkan, mereka harus masuk kantor,” kata Idris.

Pihaknya telah menerapkan jadwal piket atau shift bagi seluruh stafnya, sehingga mereka harus tetap masuk pada hari yang dijadwalkan. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here