Pemkab Temanggung Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying

RAMAI. Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung masih ramai pengunjung, masyarakt diminta untuk tidak panic buying.
RAMAI. Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung masih ramai pengunjung, masyarakt diminta untuk tidak panic buying.

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Pemerintah Kabupaten Temanggung meminta agar masyarakat tidak panic buying atau pembelian secara besar-besaran selama tanggap darurat Corono Virus Disease (Covid-19) ini. Pemerintah menjamin ketersediaan pangan di Kabupaten Temanggung cukup hingga lima bulan kedepan.

Tim Gugus Tugas Pengendalian Logistik Pangan Temanggung Rony Nurhastuti mengatakan, saat ini ketersediaan pangan di Kabupaten Temanggung yang tersimpan di gudang Bulog di Kecamatan Kranggan sebanyak 2500 ton.

“Ketersediaan beras di Bulog masih sangat banyak, sangat cukup untuk mencukupi kebutuhan masyarakat hingga lima bulan kedepan,” kata Ronny kemarin.

Tidak hanya di gudang Bulog saja, menurut Ronny yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan UMKM Temanggung ini, ketersediaan beras disejumlah pasar tradisional di Temanggung juga sangat melimpah.

“Kami sudah melakukan kunjungan ke beberapa pasar tradisional, pedagang masih banyak yang memiliki stok yang mencukupi,” terangnya.

Baca juga
Telat Bayar Iuran, BPJS Kesehatan Magelang Warning 6 Perusahaan

Menurutnya, beras yang tersedia dipasar-pasar tradisional merupakan beras yang sesuai dengan kebutuhan masyarkat saat ini.Kebutuhan masyarakat pasti terpenuhi, jangan terlalu memaksakan untuk melakukan pembelian secara besar-besaran.

“Jangan terlampau khawatir ketersediaan pangan masih cukup,” katanya.

Tidak hanya di Bulog dan pasar saja, ketersediaan beras di tingkat petani juga masih banyak, diawal tahun ini petani di sejumlah kecamatan di Temanggung juga sudah panen raya.

Panic buying yang dilakukan oleh masyarakat hanya akan merugikan dan memperkeruh suasana saja, oleh karena itu masyarakat harus berperilaku normal saja ditengah-tengah kondisi saat ini.

“Jangan termakan informasi yang tidak benar, pastikan informasi yang didapat benar dan bisa dipertanggungjawabkan,” pesannya.

Terkait dengan informasi penutupan operasional pasar tradisional di Temanggung dengan tegas Ronny mengatakan, selama ini pasar masih beroperasi normal, pedagang masih berjualan seperti hari-hari biasa.

Kendati demikian Ronny mengimbau, agar masyarakat yang akan berbelanja ke pasar untuk tetap menjaga kebersihan dan tetap melakukan social distance.

Sementara itu dari pantauan koran ini di Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung, Minggu (22/3), kondisi pusat perekonomian terbesar di Temanggung ini masih beroperasi normal. Pedagang dan konsumen masih bertransaksi seperti pada hari-hari biasa.

“Masih buka dan sepertinya akan buka terus,” ungkap Uli salah satu pedagang dipasar tersebut.

Hanya saja lanjutnya, dalam dua-tiga hari terakhir ini pasar tidak seramai pada hari-hari sebelumnya. Namun demikian pedagang tetap berusaha buka untuk melayani konsumen yang membutuhkan bahan-bahan makanan.

“Kalau kondisinya memang lumayan sepi, kami tetap buka. Kasihan konsumen kalau pasar tidak dibuka,” tuturnya.(set)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here