Ratusan Lubang Terlihat di Jalur Utama Menuju Kota Wonosobo

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Musim hujan yang terus mengguyur dengan intensitias tinggi di Kabupaten Wonosobo perlu diwaspadai. Selain ancaman longsor, sejumlah ruas jalan di kota terlihat mulai berlubang.

Pengguna jalan mulai mengeluhkan kondisi tersebut, karena lubang cukup dalam dan lebar, beberapa kali memicu terjadinya kecelakaan tunggal. Kaget oleng dan gagal mengendalikan arah kendaraan menjadi peristiwa yang menyakitkan.

Lubang lubang berbahaya bermunculan di Jalan KH Hasyim Asyari dari Argopeni menuju Kampus Unsiq Kalibeber Mojotengah. Ratuan lubang dengan berbagai ukuran terlihat di jalur menuju pusat pendidikan dan pesantren di kota dingin ini.

Lubang menganga juga muncul di Jalan Veteran dan Jalan Kiai Muntang. Sedangkan di jalan provinsi, sejumlah lubang besar muncul di depan Taman Makam Pahlawan hingga depan Terminal Mendolo.

Baca Juga
Longsor di Wonosbo Rusak Enam Rumah Warga

Pengguna jalan, asal Kecamatan Kertek, Mufid Fatah mengemukakan, lubang yang ada di jalan utama Kertek hingga kota Wonosobo cukup berbahaya. Apalagi saat hujan dan malam hari, tidak terlihat sehingga membuat kaget pengguna jalan, terlebih dengan kecepatannya cukup tinggi.

“Kita berharap ada penangan cepat dari dinas terkait, sehingga pengguna jalan lebih aman dan tidak terjadi kecelakaan yang membahayakan,” katanya.

Lubang-lubang yang muncul di jalan tersebut mulai bermunculan sejak hujan deras mendera Wonosobo. Jumlahanya terus bertambah, yang sebelumnya ukuran kecil dalam waktu tiga hari sudah menjadi lubang yang besar.

“Awalnya sedikit, tapi sekarang sudah menjadi banyak di beberapa titik,” katanya.

Robit Hasan, karyawan swasta asal Kalibeber Mojotengah juga mengeluhkan hal yang sama terkait banyaknya lubang jalan di jalur Kalibeber hingga kota. Menurutnya jika tidak dilakukan perbaikan, jalan akan semakin rusak dan membahayakan pengguna jalan.

“Beberapa kali saya melihat pengguna jalan terjungkal saat melintas di jalur itu. Bahkan ada lubang yang kelewat besar di dekat makam Argopeni. Itu bahaya sekali,” katanya.

Pihaknya mengapresasi relawan yang memberikan tanda di sekitar lubang dengan warna putih menggunakan pilox sehingga terlihat oleh pengguna jalan yang melintas jalur tersebut.

“Saya kira adanya aksi memberikan tanda jalan berlubang dengan pilok cukup membantu, namun yang penting adalalah upaya dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan atau pemeliharaan,” ujarnya. (gus)