2020, Luas Panen Menyusut

Luas panen padi menyusut
Luas panen padi mencapai 10,66 juta haktare (ha) di 2020.

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Luas panen padi mencapai 10,66 juta haktare (ha) di 2020. Angka ini turun tipis 0,19 persen dari luas panen 2019 yang sebesar 10,68 persen. Meski luas panen turun, namun ada kenaikan produksi beras.

“Total luas panen hampir sama dengan posisi 2019. Ada penurunan sangat tipis sekali,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto di Jakarta, kemarin (1/3).

Suhariyanto menjelaskan, penurunan itu disebabkan oleh curah hujan tinggi yang terjadi pada awal musim tanam 2020 lalu. Tren data BPS menunjukkan, luas panen pada Januari-Maret 2020 jauh lebih rendah dari luas panen yang diperoleh pada tahun 2019.

Meski luas panen turun tipis, dia memaparkan, produksi gabah dan beras justru mampu mengalami kenaikan. Hal itu mencerminkan adanya kenaikan produktivitas padi sehingga penurunan luas panen terkompensasi.

Adapun produksi Gabah Kering iling (GKG) sepanjang 2020 sebesar 54,65 juta ton. Terdapat kenaikan tipis, 0,08 persen dari produksi GKG 2019 sebanyak 54,6 juta ton.

“Ini karena ada kenaikan produktivitas di beberapa provinsi seperti Jawa Timur, Lampung, dan Aceh. Ini yang menyebabkan harga beras 2020 terjaga stabil dan tidak memberi andil inflasi,” kata Suhariyanto.

Dengan adanya kenaikan GKG, maka turut berpengaruh pada produksi beras. Mengutip data BPS, produksi beras pada tahun yang sama mencapai 31,33 juta ton, naik 0,07 persen dari posisi 2019 sebesar 31,31 juta ton.

Sementara itu, Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan luas lahan baku sawah, baik yang beririgasi teknis maupun non irigasi mengalami penurunan rata-rata seluas 650 ribu ha per tahun.

“Rata-rata luasan lahan baku sawah berkurang sebesar 650 ribu hektare per tahun atau ekuivalen dengan 6,5 juta ton beras (BPS),” kata Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy.

Artikel Menarik Lainnya :  Semester I 2021 BPJamsostek Magelang Cairkan Klaim Rp191 Miliar

Maka, dibutuhkan sedikitnya lima tahun bagi lahan sawah baru untuk mencari tingkat produktivitas padi seperti lahan sawah beririgasi teknis.

“Jadi dipastikan terjadi pengurangan luasan lahan sawah setiap tahun yang otomatis diikuti dengan turunnya produksi beras,” kata Sarwo. (din/fin)