SMP Salafiyah Juara 1 Kaligrafi Provinsi

BERPRESTASI – Siswi berprestasi SMP Salafiyah Pekalongan berfoto bersama perwakilan Dinas Pendidikan Kota Pekalongan.
BERPRESTASI – Siswi berprestasi SMP Salafiyah Pekalongan berfoto bersama perwakilan Dinas Pendidikan Kota Pekalongan.

MAGELANGEKSPRES.COM,KOTA – SMP Salafiyah berhasil meraih juara 1 kaligrafi putri tingkat Provinsi pada ajang kejuaraan Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) tingkat Provinsi.

Demikian disampaikan Kepala SMP Salafiyah Abu Bakar Hidayatullah, Sabtu (28/12). “Alhamdulillah, MAPSI tingkat Provinsi kami menjuarai 2 kategori, 1 kaligrafi putri dan yang satu LCC juara 2,” ungkap laki-laki yang akrab disapa Abu ini.

“Kemenangan ini bukanlah proses yang mudah, ada upaya keras dari semua pihak yang perlu diapresiasi, karena ini jasa dari semua pihak, guru pengampu, siswa, dukungan warga SMP Salafiyah Pekalongan serta wali murid yang senantiasa mendoakan,” Imbuh Abu.

Pihaknya mempunyai cara tersendiri, guna meningkatkan kualitas mutu pendidikannya, proses pendampingan siswa berprestasi membutuhkan waktu yang cukup panjang dan sudah ada pengarahan serta pengelompokkan tersendiri untuk memudahkan memilah siswa berdasarkan kemampuannya.

“Kita tidak main-main dengan pendidikan mbak, kita sungguh-sungguh, sejak awal kami persiapkan siswa, kami petani berdasarkan kemampuan, jadi mereka juara itu bukanlah sebuah perjuangan yang instan, karena mereka harus melewati pembekalan yang panjang dilingkungan sekolah, bahkan sebagian mereka kami persiapkan untuk menjadi tutor sebaya,” tandasnya.

Laki-laki yang sudah mendedikasikan hidupnya pada dunia pendidikan ini beharap, seluruh komponen pendidikan bisa bekerja sama dengan baik dan bersinergi demi memajukkan pendidikan Kabupaten Pekalongan lebih baik.

“Kami berharap, semua komponen bisa bersinergi dengan baik, karena pendidikan adalah masalah yang serius dan menyangkut masa depan bangsa, jadi sudah sepatutnya kita pun serius dalam menjalaninya, serta bersama bergandeng tangan memajukkan pendidikan di Kota Pekalongan,” harap Abu. (mal)