Skema Upah Per Jam Tarik Investasi

Skema Upah Per Jam Tarik Investasi
Skema Upah Per Jam Tarik Investasi

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Penerapan skema pembayaran upah per jam dinilai akan mendorong peningkatan investasi yang sekaligus membawa dampak terhadap penciptaan lapangan kerja. Rencana sistem upah kerja per jam ini bakal dimasukkan dalam RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja yang akan diserahkan ke DPR Januari 2020.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan skema upah per jam diharapkan bisa memperkuat perekonomian nasional dan daya saing Indonesia. ”Skema upah per jam dalam Omnibus Law itu akan menggenjot investasi dan menumbuhkan lapangan kerja baru,” kata Agus di Jakarta, kemarin (30/12).

Agus mengatakan sistem upah yang dihitung per jam bukanlah hal yang baru dalam dunia tenaga kerja. Sebab, sejumlah negara sudah menggunakan skema tersebut. Dilansir dari situs World Population Review, ada sepuluh negara memberikan upah per jam dengan nilai besar. Kesepuluh negara itu, yakni Luksemburg, Australia, Prancis, Selandia Baru, Jerman, Belanda, Belgia, Inggris, Irlandia, dan Kanada.

Baca Juga
Sigit Siap Berduet dengan Pasha Ungu di Malam Tahun Baru

Agus menegaskan, untuk sektor industri, akan tetap mengikuti pola gaji minimum bulanan. Namun sektor penunjang industri, seperti sektor jasa dan perdagangan dapat memanfaatkan penerapan upah per jam. ”Jadi, penerapan gaji per jam ini untuk pekerja jasa dan pekerja paruh waktu. Misalnya konsultan. Skema pengupahan per jam sebenarnya sudah lumrah dilakukan di negara-negara maju,” ungkapnya.

Menteri AGK menambahkan, pembayaran per jam ini akan membuka kesempatan bagi perusahaan dalam memberikan fleksibilitas untuk menerapkan pengupahannya. “Sebenarnya ini adalah opsi perusahaan maupun pekerja dalam menentukan cara kerja yang paling tepat untuk mereka,” imbuhnya.

Saat ini, dengan skema gaji tetap, pekerja yang masuk dengan jumlah hari yang berbeda tetap mendapatkan gaji yang sama. Sementara upah per jam, upah yang diterima pekerja sesuai dengan jam kerjanya. “Olehnya itu, diharapkan bisa meningkatkan produktivitas pekerja kita,” tutur Agus.

Artikel Menarik Lainnya :  PPN Sembako Premium Picu Impor Pangan

Menperin pun mengemukakan, pemerintah sedang memberikan perhatian lebih kepada pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai program prioritas. “Fokus ini salah satunya guna merebut peluang terhadap momentum bonus demografi yang dinikmati Indonesia hingga tahun 2030 nanti,” tandasnya.

Dikutip dari berbagai sumber pekerja Luksemburg dibayar paling banyak per jam di Uni Eropa (UE). Karyawan di Grand Duchy membayar rata-rata € 44 per jam upah dan tunjangan. Luksemburg menduduki posisi teratar di UE, dengan gaji pekerja rata-rata € 44 per jam upah dan tunjangan pada 2016, sama seperti di Brussels. Luksemburg juga jauh di atas rata-rata Uni Eropa € 23 per jam.

The Fair Work Commission meningkatkan upah penuh waktu minimum untuk orang dewasa Australia dari $ 694,90 per minggu ($ 18,29 per jam) menjadi $ 719,20 per minggu ($ 18,93 per jam).

Di Prancis, gaji minimum pada 2019 adalah € 1521,22 per bulan, (atau sekitar 1720 USD). Gaji minimum per jam adalah € 10,03 per jam untuk posisi penuh waktu. Ini adalah angka kotor belum dipotong pajak penghasilan yang dibayarkan setiap tahun.

Upah minimum nasional di Selandia Baru saat ini adalah $ 14,25 per jam, dan untuk pekerja yang baru mulai dan trainee, upah minimum adalah $ 11,40 (tahun 2014). Sebuah survei baru-baru ini yang dilakukan oleh Statistik Selandia Baru mengungkapkan bahwa dari 2013 hingga 2014, 50% karyawan mendapat $ 25 lebih per minggu, ini merupakan kenaikan gaji tahunan terbesar sejak 2007.

Gaji eksekutif dan profesional biasanya lebih rendah daripada di negara-negara maju lainnya seperti Australia, Prancis, Jerman, Jepang, Inggris dan Amerika Serikat, meskipun biaya hidup yang lebih rendah, terutama perumahan, memberikan kompensasi.

Artikel Menarik Lainnya :  Rivan A Purwantono Kembali Mendapat Mandat Memimpin PT Jasa Raharja

Tidak ada jam kerja standar di Selandia Baru. Secara tradisional, minggu kerja adalah 40 jam, dimulai pada jam 8.30 pagi dan berakhir pada jam 5 sore, hari Senin sampai Jumat, dengan istirahat setengah jam untuk makan siang. Namun, sejak Undang – Undang Kontrak Kerja mulai berlaku, pengusaha dan karyawan bebas menentukan lamanya minggu kerja mereka dan waktu mulai dan selesai mereka.

Upah minimum di Jerman pada tahun 2019 adalah € 9,19 per jam. Terjadi kenaikan € 0,35 (4%) dari tahun 2018. Itu artinya upah sebelum pajak sebesar € 1.593 untuk orang yang bekerja dengan standar 40 jam seminggu. Upah minimum akan meningkat lagi dari 1 Januari 2020 € 9,35. Meskipun ada kenaikan ini, beberapa kelompok terus berkampanye dengan upah minimum € 12.

Pada 2018, upah rata – rata per jam di Belanda kira-kira € 22,70. Upah setiap jam bervariasi antara € 4 per jam untuk mereka yang lebih muda dari € 15 hingga lebih dari € 27 per jam untuk mereka yang berusia 50 hingga 60 tahun. Pada tahun 2019, upah minimum nasional di Belgia tetap tetap di € 1.593,8 per bulan, yaitu € 19.126 per tahun, dengan memperhitungkan 12 pembayaran per tahun.

Upah minimum nasional Inggris ditinjau setiap tahun dan bervariasi tergantung pada usia karyawan. Saat ini, upah untuk pekerja berusia 25 atau lebih adalah £ 7,83 per jam, dan meningkat menjadi £ 8,21 pada bulan April 2019. Pekerja Irlandia menghasilkan rata-rata € 23 per jam dan gaji tahunan sebesar € 39.000, menurut angka CSO. Gaji rata-rata Per Jam di Kanada adalah $ 35.100 per tahun atau $ 18 per jam. Posisi entry level mulai dari $ 25.935 per tahun sementara pekerja paling berpengalaman mencapai $ 59.670 per tahun. (dim/fin/ful)

Artikel Menarik Lainnya :  Gandeng LinkAja, BPJAMSOTEK Beri Kemudahan Pendaftaran dan Pembayaran Iuran