Ketakukan Public Speaking Jadi Bahan Pelatihan di UM Magelang

publik speaking
PELATIHAN. Pristi Sukmasetya Mkom yang ditunjuk sebagai pemateri menyampaikan beberapa hal terkait tips mengatasi ketakutan saat berbicara di muka publik, di sela pelatihan public speaking di UM Magelang, 

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Bagi sebagian orang, tampil berbicara di depan publik merupakan sesuatu yang menakutkan. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kelompok Kerja (Pokja) soft skill Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, dari 150 mahasiswa yang disurvei, 80 persen di antaranya mengaku membutuhkan pelatihan keterampilan berkomunikasi dengan baik

Atas dasar alasan itu, Pelatihan Softskill Public Speaking oleh Pokja Softskill Lembaga Pengembangan Mahasiswa dan Alumni (LPMA) UM Magelang di Aula Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) digelar kemarin.

Ketua pokja, Akhmad Liana Amrul Haq MPsi mengungkapkan, ada 62 peserta yang seluruhnya adalah mahasiswa UM Magelang. Mereka begitu antusias mengikuti tahapan dan materi pembelajaran tentang tips tips berpidato di depan publik dengan baik.

Baca Juga
41 Tersangka Narkoba Ditangkap Polres Magelang Kota di Tahun 2019

“Pelatihan ini diadakan karena sebagai modal mahasiswa untuk berani tampil di muka umum untuk menjadi master of ceremony (MC) atau membawakan presentasi saat kuliah,” ujarnya.

Amrul mengatakan, acara soft skill serupa akan dilakukan setiap dua bulan sekali dengan tema yang berbeda, di antaranya protokoler, perawatan jenazah, dan lainnya. Ini diharapkan agar mahasiswa memiliki pendalaman dalam melatih kemampuan bicara mereka di muka umum.

“Diharapkan nantinya mahasiswa UM Magelang dapat memiliki keterampilan yang baik dalam akamedik maupun nonakademik,” ujarnya.

Sementara itu, Pristi Sukmasetya Mkom yang ditunjuk sebagai pemateri menyampaikan bahwa perasaan takut dalam ber-public speaking menempati urutan kedua setelah takut terbang dalam Top Fear versi surveinya. Ia menyebutkan, kunci kesuksesan berbicara di depan publik bisa diatasi dengan 3C, antara lain, content, context, dan cover.

Baca juga
Sigit Siap Berduet dengan Pasha Ungu di Malam Tahun Baru

Artikel Menarik Lainnya :  10 Mahasiswa Fakultas Teknik Positif Covid-19, Untidar Larang Semua Kegiatan di Dalam dan Luar Kampus

“Content di sini yaitu pembawaan dengan alur yang tepat. Kemudian context yakni bagaimana memilih rasa yang tepat, dan terakhir, cover adalah bagaimana tampil dengan sebaik-baiknya,” jelas dia.

Lebih lanjut, Pristi menjelaskan bahwa 3C tersebut harus diimbangi dengan 3V yakni vocal, verbal, dan visual.

“Intinya jika semakin banyak praktik maka akan mudah juga menguasai public speaking. Oleh karena itu, berlatihlah sebanyak mungkin, karena apapun profesinya public speaking adalah hal krusial yang mutlak dikuasai,” tandasnya. (wid)