Bupati Wonosobo Gelar Tea Morning, Bahas Resolusi 2020

DISKUSI. Bupati bersama Sekda dan jajaran Humas- Kominfo menggelar Tea Morning bersama Jurnalis Wonosobo di kebun teh Tanjungsari Sapuran,
DISKUSI. Bupati bersama Sekda dan jajaran Humas- Kominfo menggelar Tea Morning bersama Jurnalis Wonosobo di kebun teh Tanjungsari Sapuran,

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Bupati Wonosobo bersama sekretaris daerah dan jajaran OPD menggelar agenda Tea Morning bersama para jurnalis Wonosobo di Kebun Teh  Tanjungsari, Sapuran, Senin (30/12). Dalam pembasan terkait fokus pembangunan dan program, Bupati Eko menyebut bahwa berbagai penghargaan yang sudah dicapai pada 2019 menjadi indikator sekaligus motivasi bagi pemkab untuk terus memperbaiki kinerjanya. Namun hal itu tidak menjadi kebanggaan semata, mengingat masyarakatlah yang seharusnya merasakan imbas positifnya.

“Yang penting adalah bagaimana kita implementasikan perwujudan prestasi dan penghargaan itu ke masyarakat. Buat apa banyak penghargaan tapi jika tidak bisa diaplikasikan. Harapannya di tahun mendatang beberapa fokus pembangunan Pemkab Wonosobo sudah rampung dan berimbas positif terutama dalam menghapus angka kemiskinan yang sudah turun tiga persen lebih sejak 201,” ungkap Eko membuka diskusi.

Baca juga
Gagal Nanjak di Jalur Purworejo-Magelang, Dua Truk Nyaris Terjun ke Jurang

Terkait program Tilik Desa, Eko menyebut, hal itu sudah dilakukannya sejak dua tahun lalu dengan format roadshow dan diskusi langsung ke masyarakat. Selain mendapatkan informasi langsung tentang masalah masyarakat di desa, diharapkan juga menjadi inspeksi pada pembangunan di desa sekaligus efektfitas alokasi dana desa.

“Di banyak desa yang kami datangi, kami juga ingin tahu langsung masalah kebutuhan pokok  masyarkat yang belum optimal hingga bagaimana infrastrukturnya. Ini sekaligus untuk melihat langsung alokasi dari Dana Transfer Desa,” katanya.

Sementara itu menurut Sekda One Andang Wardoyo menyebut salah satu fokus untuk 2020 mendatang juga masih terkait mengurai angka kemiskinan yang kini sudah membaik, dari urutan ke 35 menjadi ke 34. Kemajuan daerah dikatakan Andang ditopang dengan beberapa indikator seperti rata lama sekolah yang memang masih rendah. Namun adanya beberapa program seperti yang dibuka Balai Latihan Kerja Digital Kreatif bisa menjadi pendongkrak untuk meningkatkan SDM.

Artikel Menarik Lainnya :  Pencuri Spesialis Toko Beraksi, Gondol 2 Laptop dan 10 Slop Rokok

“Proyeksinya, dengan dibukanya pusat pergudangan di Mendolo serta pembukaan pasar yang sebentar lagi selesai maka harapan kami perekonomian akan naik signifikan. Dari banyak penghargaan sebanyak 8 diantaranya adalah pelayanan publik dan di 2020 akan maksimalkan sistem one single submission,” kata One Andang.

Baca Juga
Sigit Siap Berduet dengan Pasha Ungu di Malam Tahun Baru

Fokus pembangunan di desa disebut sekda utamanya untuk pendidikan. Sedangkan pada 2020 mendatang juga difokuskan peningkatan SDM untuk miliki daya saing di antaranya kemampuan bahasa yang bagus bekal keahlian entrepreneur.

“Di SMKN 2 sudah menjadi tempat uji kompetensi dan LSPP1 sehingga bisa dapatkan sertivikat kompetensi di sana. Sementara dari sisi pertanian, petani didorong untuk tidak dijual bahan baku mentah. Kita juga melihat potensi dari banyaknya pondok pesantren yang bisa menjadi pesantren entrepreneur sehingga mereka bisa memberdayakan para santri untuk mandiri secara ekonomi,” pungkasnya. (win)