2000 BLK Komunitas Segera Dibangun

2000 BLK Komunitas Segera Dibangun
2000 BLK Komunitas Segera Dibangun

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Pemerintahan berencana akan membangun 2000 balai latihan kerja (BLK) komunitas di berbagai daerah pada tahun 2020. Tujuannya sebagai upaya pemerintah meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Bambang Satrio Lelono dalam keterangannya menjelaskan program pembangunan BLK Komunitas berlangsung lama. Program sudah dimulai sejak 2017.

“Program ini sudah dimulai pada 2017 dengan mendirikan 50 BLK, 75 BLK pada 2018 dan 988 BLK komunitas pada 2019,” katanya di Kendal, Jawa Tengah, Senin (30/12).

Dikatakannya, pemerintah tiap tahunnya terus berkomitmen dalam pendirian BLK, termasuk dalam hal pengalokasian anggaran untuk membangun 2.000 BLK komunitas pada 2020.

“Program BLK komunitas merupakan terobosan presiden untuk menghadapi bonus demografi pada 2030 hingga 2040 sekaligus mengurangi angka pengangguran di Indonesia,” jelasnya.

Menurutnya, Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi yakni jumlah penduduk usia produktif lebih besar daripada penduduk usia tidak produktif. Kondisi tersebut harus dimanfaatkan dengan meningkatkan keterampilan dan daya saing terutama penduduk usia produktif.

Bonus demografi merupakan sumber dan penggerak Indonesia yang dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bahkan dapat mengurangi pengangguran di Tanah Air yang saat ini berjumlah 7,05 juta orang atau setara 5,28 persen.

“Apabila kita gagal mengolah bonus demografi, maka hal ini bisa menjadi bencana atau masalah bagi bangsa Indonesia,” katanya.

Secara umum, BLK komunitas adalah unit atau fasilitas pelatihan vokasi yang didirikan di lembaga pendidikan keagamaan yakni di pondok pesantren, seminari, dhammasekha dan pasraman di seluruh wilayah Tanah Air.

Hal tersebut berfungsi untuk menyelenggarakan pelatihan kompetensi atau keahlian guna memberikan keterampilan kepada siswa dan komunitas masyarakat di sekitarnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Bank Dunia Beri Hutang ke Indonesia Rp24,6 Triliun

“Tentunya ini sesuai dengan kebutuhan dunia kerja serta mendorong berwirausaha,” ujarnya.

Sementara Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menjelaskan program BLK komunitas bertujuan melengkapi “soft skill” atau keterampilan kepribadian dan pendidikan karakter siswa di lembaga pendidikan keagamaan.

“Program BLK komunitas merupakan upaya peningkatan kompetensi SDM Indonesia untuk melengkapi soft skill dan pendidikan karakter,” katanya.

Adanya program BLK komunitas di lembaga pendidikan keagamaan, maka santri atau siswa serta masyarakat di sekitarnya memiliki akses untuk mendapatkan pelatihan keterampilan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja lokal.

“Hal ini selaras dengan kebijakan Presiden RI untuk menjadikan 2019 dan seterusnya sebagai tahun pengembangan SDM,” ujar dia.

Pemerintah, katanya, memberikan sejumlah bantuan bagi BLK komunitas di antaranya pembiayaan pembangunan satu unit gedung lokakarya, peralatan pelatihan vokasi untuk satu kejuruan, biaya operasional, dan biaya untuk melaksanakan dua paket program pelatihan.

Ia menyebut terdapat 10 program pelatihan vokasi yang dikembangkan di BLK komunitas yaitu kejuruan teknik otomotif atau teknik sepeda motor, kejuruan teknik las, kejuruan processing atau pengolahan hasil pertanian.

Selanjutnya kejuruan pengolahan hasil perikanan, kejuruan pengolahan kayu, kejuruan teknologi informasi dan komunikasi, kejuruan menjahit, kejuruan refrigerasi dan teknik listrik, kejuruan industri kreatif dan kejuruan bahasa.

Dalam kesempatan itu Fauziyah juga mengatakan hingga tahun 2030 diprediksi terdapat 27 hingga 46 juta jenis pekerjaan baru berpeluang tercipta di Tanah Air dan 10 juta pekerjaan di antaranya belum pernah ada sebelumnya.

“Ini berkaitan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0, sehingga terdapat 23 juta jenis pekerjaan yang terdampak oleh otomatisasi. Namun di satu sisi terdapat 27 hingga 46 juta jenis pekerjaan baru yang berpeluang tercipta,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  KPK Jebloskan mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan ke Lapas Kedungpange

Imbasnya ialah sekitar enam hingga 29 juta orang Indonesia diproyeksikan harus mengikuti pelatihan lagi untuk jenis pekerjaan yang baru guna “re-skilling” atau pelatihan kemampuan baru dan “up skilling” atau peningkatan kemampuan.

“Oleh karena itu, dalam transisi menuju Indonesia 4.0 tersebut dibutuhkan beberapa langkah,” ujarnya.

Pertama ialah investasi berkelanjutan, kedua pengembangan model pelatihan baru untuk pekerjaan baru. Lalu, program-program untuk memudahkan transisi pekerja seperti pemagangan, re-skilling dan up-skilling.

Keempat, dukungan dalam hal pendapatan melalui program-program jaminan sosial yang lebih inovatif dan kolaborasi antara publik dan swasta. Hal tersebut guna mengantisipasi terhadap pekerjaan-pekerjaan yang tumbuh di berbagai sektor di antaranya kesehatan, konstruksi, manufaktur dan retail yang akan dibutuhkan cukup tinggi.

Sebelumnya di kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo meresmikan (BLK) Komunitas se-Indonesia, di Pesantren Alfadlu 2, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

“Kita harapkan BLK Komunitas menjadi tempat dimana pembangunan sumber daya manusia Indonesia itu dimulai,” katanya.

Menurut Jokowi, pelatihan di BLK Komunitas harus menyesuaikan dengan kebutuhan industri.

Dia berharap dengan adanya BLK Komunitas di pesantren dapat menyambungkan kebutuhan tenaga kerja perusahaan dengan tenaga kejuruan.

Jokowi juga mengarahkan agar mentor maupun pelatih di BLK Komunitas disiapkan untuk mengajarkan beragam ilmu kejuruan.

Berdasarkan data saat ini tercatat 305 BLK yang dikelola Kemnaker RI dan pemerintah daerah, 5.020 lembaga pelatihan kerja swasta (LPKS), 109 lembaga pelatihan kementerian dan lembaga lain, 1.799 milik training center (TC) industri serta 1.113 BLK komunitas.(gw/fin)