Ajak Anak-anak Cintai Buku, Saba Literasi Standby di Kumandang

ANAK. Anak-anak pengunjung Pasar Kumandang tertarik membaca berbagai buku di lapak komunitas Saba Literasi,
ANAK. Anak-anak pengunjung Pasar Kumandang tertarik membaca berbagai buku di lapak komunitas Saba Literasi,

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – meskipun tidak di tiap minggu tim dari komunitas Saba Literasi ada di pasar Kumandang, Bojasari Kertek, namun kehadiran komunitas penggiat literasi itu memiliki beberapa pengunjung tetap yang setia menunggu. Bahkan mayoritas dari merka adalah anak-anak hingga remaja.

“Hari ini Saba Literasi ada di Pasar Kumandang dan siap menemani teman-teman pecinta buku untuk bisa bersantai menikmati kuliner jadul sambil ngobrol atau membaca buku sesuai yang disukai. Bahkan mayoritas pengunjung yang paling tertarik datang ialah anak-anak,” tutur ketua komunitas Feni kemarin (29/12).

Baca Juga
Pria yang Ditemukan Tewas di Sungai Progo ternyata Warga Temanggung

Selain kegiatan membaca buku maupun diskusi seputar literasi, para pengunjung juga diajak untuk belajar seni melipat kertas ala jepang, yakni origami hingga bermain catur. Lapak Saba Literasi berada di bagian belakang pasar Kumandang dan ada di dekat wahana permainan anak. Setelah agenda menggelar lapak perdana dengan tajuk Gelar Buku yang mengajak pengunjung untuk beraktifitas dengan tema literasi pada Oktober lalu, minat pengunjung cukup meningkat hingga gelaran Pasar kumandang ke 73.

“Selain edukasi untuk mendekatkan buku ke masyarakat memang kami berharap minat paling tinggi datang dari anak usia dini, keluarga dan juga remaja. Arahnya selain mencintai buku juga ada kegiatan mendongeng cerita anak. Yang masih dicari seperti buku cerita anak, majalah, cerpen, dan novel,” ungkapnya.

Salah satu pengelola pasar Kumandang, Jalu mengapresiasi eksistensi kegiatan dari komunitas Saba Literasi sebagai upaya mendekatkan buku pada anak. Terlebih di hari libur mereka butuh asupan literasi mengingat kini kebiasaan anak terpaku pada hiburan digital.

“Karena sekarang anak cenderung memakai gawai digital, mereka semakin jauh dengan budaya baca seperti di era 90-an hingga 2000an awal dulu. Semoga tetap diminati dan semangat dalam menggugah minat baca anak,” pungkasnya. (win)

Artikel Menarik Lainnya :  Truk Beras Rem Blong di Kertek, 3 Orang Meninggal, 1 Luka Berat