Puluhan Napi Salemba Dikirim ke Purworejo

DISAMBUT. Puluhan narapidana dari Rutan Salemba Jakarta saat mendengarkan sambutan dari Kepala Rutan Kelas IIB sebelum masuk ke tahanan usai tiba di Purworejo.
DISAMBUT. Puluhan narapidana dari Rutan Salemba Jakarta saat mendengarkan sambutan dari Kepala Rutan Kelas IIB sebelum masuk ke tahanan usai tiba di Purworejo.

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Purworejo mendapat kiriman sebanyak lima puluh narapidana dari Rutan Salemba Jakarta Pusat. Napi yang rata-rata tersandung kasus narkoba tersebut tiba di Purworejo, Jumat (27/12).

Penerimaan Warga Binaan dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Purworejo Lukman Agung WIdodo didampingi oleh Pejabat Struktural, petugas Registrasi dan pengamanan Rutan Kelas IIB Purworejo.

Lukman mengungkapkan, over kapasitas merupakan permasalahan lama di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan. Berbagai upaya penanganan dilakukan, namun formula yang tepat dalam penanganan ini masih belum ditemukan. Guna mengatasi over kapasitas yakni dengan pemindahan warga binaan dari UPT satu ke UPT yang lain yang masih memiliki daya tampung..

Dikatakan Lukman, Rutan Purworejo sendiri saat ini juga mengalami over kapasitas, namun masih mampu menampung narapidana dari Rutan Salemba tersebut. “Saya minta kepada seluruh warga binaan pemasyarakatan wajib mengikuti seluruh rangkaian program pembinaan di Rutan Purworejo dan jangan berbuat macam-macam. Di sini semuanya sama, tidak ada yang diistimewakan. Pembinaan juga demi kebaikan kalian,” kata Lukman dihadapan warga binaan baru dari Rutan Salemba.

Baca Juga
Distributor Sembako Palsu, Seorang Janda asal Bekasi Diamankan Polisi Purworejo

Lukman meminta seluruh warga binaan untuk mematuhi tata tertib dan seluruh aturan di Rutan Purworejo. Pihaknya akan memberikan sanksi tegas bagi warga binaan pemasyarakatan yang melanggar aturan.

Sementara itu, proses pemindahkan warga binaan sendiri bekerjasama dengan Kepolisian Sektor Cempaka Putih Jakarta Pusat untuk pengamanan. Sebelum masuk ke ruangan, semua warga binaan pundahan dilakukan penggeledahan badan dan barang bawaan, pengecekan kesehatan, pengecekan administrasi oleh petugas registrasi.

Diketahui, Rutan Salemba mengalami over kapasitas yakni mencapai 184 persen dari kapasitas Rutan 1500 orang. Jumlah itu tercatat dalam data Sistem Data base Pemasyarakatan (SDP) per 26 Desember 2019.(luk)

Artikel Menarik Lainnya :  Waspada! Kasus Covid-19 di Kota Magelang Terus Bertambah