Distributor Sembako Palsu, Seorang Janda asal Bekasi Diamankan Polisi Purworejo

DIAMANKAN. Tersangka penipuan berkedok distributor sembako diamankan di Mapolres Purworejo,
DIAMANKAN. Tersangka penipuan berkedok distributor sembako diamankan di Mapolres Purworejo,

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Tindak penipuan berkedok distributor sembako murah diungkap jajaran Satreskrim Polres Purworejo. Dari sejumlah aksinya, distributor sembako palsu tersebut diduga berhasil mengelabuhi para korbannya hingga miliaran rupiah.

Tersangka merupakan seorang janda berinisial IHK (41), warga Jalan Raya Lemah Abang, Kampung Pintu Air, Kelurahan Waluya, Kecamatan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Bermodal warung kelontong kecil-kecilan, ia melakukan penipuan dengan menerima pemesanan sembako promo di bawah harga pasar.

“Totalnya bisa sampai miliaran rupiah karena korbannya banyak. Ada yang tertipu Rp300 juta, bahkan ada yang sampai Rp1 miliar,” kata Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Haryo Seto Liestyawan SH MKrim, saat press release di Mapolres Purworejo, Jumat (27/12).

Dalam aksinya, tersangka mengaku sebagai distributor yang menawarkan sembako dengan harga promo alias murah. Awal transaksi, tersangka sengaja merugi untuk menarik korban lain agar ikut bergabung sebagai konsumen. Setelah korban semakin banyak dan percaya dengan modus promo tersebut, akhirnya tersangka yang merasa mengeruk keuntungan miliaran rupiah tak lagi melayani para konsumen.

Baca Juga
Kedisiplinan Jamaah Haji asal Kabupaten Magelang Peringkat Lima di Jateng

“Tersangka mengaku sebagai distributor sembako yang bisa menjual barang di bawah harga pasaran dengan alasan promo. Namun, barang tersebut tidak langsung datang dan ada jeda waktu yang harus ditunggu oleh pemesan. Tersangka menawarkan promo tersebut melalui aplikasi pertemanan WhatsApp. Setelah korban transfer barang kemudian dikirim, namun pemesanan berikutnya sampai sekarang tidak pernah dikirim,” ungkapnya.

Di Purworejo, salah satu korbannya adalah TDN, pemilik Toko di wilayah Kecamatan Butuh. Akibatnya korban menderita kerugian Rp630 juta lebih.

Merasa ditipu oleh tersangka, para korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib hingga akhirnya tersangka dibekuk beberapa waktu lalu oleh petugas di rumahnya. Modus penjualan sembako murah itu sendiri sudah berlangsung sejak bulan Mei tahun ini. Korbannya pun beragam, mulai pedagang, pegawai bank hingga aparat TNI.

Artikel Menarik Lainnya :  Bensin Tumpah Saat Menambal Ban, Rumah dan Bengkel Terbakar

“Sampai saat ini masih terus kita kembangkan karena dimungkinkan banyak korban belum melapor,” tandasnya.

Dari kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa belasan print out data transaksi baik transfer maupun setor tunai ke bank, buku tabungan serta screen shot percakapan WA antara tersangka dan korban.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka harus mendekam di sel tahanan Mapolres Purworejo dan dijerat pasal 378 atau 372 KUHP.

“Ancaman hukuman 4 tahun penjara,” tegasnya.

Baca Juga
Belum Kantongi Izin, Pemkab Purworejo Warning Tujuh Alfamart

Sementara itu, tersangka yang berstatus janda anak 5 itu mengaku nekat melakukan tindak penipuan lantaran merasa kerepotan untuk mencukupi kebutuhan ekonomi termasuk menghidupi 5 anaknya. Ia mengaku tidak hanya beraksi di Purworejo, melainkan juga di Bekasi.

“Ya sudah bercerai dari suami sejak 2013 lalu, uangnya untuk jual beli sembako muter dan biaya hidup kan anak saya 5 ikut saya semua. Kalau saya hitung kira-kira di Purworejo dapat Rp4 miliar lebih, selain itu saya juga transaksi di Bekasi,” ujar IHK. (top)