Rutan Kelas IIB Temanggung Over Kuota

PERIKSA. Sejumlah warga binaan di Rutan Kelas II B Temanggung sedang diperiksa oleh petugas.
PERIKSA. Sejumlah warga binaan di Rutan Kelas II B Temanggung sedang diperiksa oleh petugas.

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Kondisi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Temanggung hingga saat ini belum mengalami perubahan. Kapasitas penghuni warga binaan di Rutan juga belum bertambah. Sehingga rutan yang berada di Alun-alun Temanggung masih mengalami kelebihan penghuni.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas II B Temanggung Maksun mengatakan, sampai saat ini memang belum ada penambahan ruang untuk warga binaan. Padahal jumlah warga binaan hingga awal bulan Desember 2019 ini berjumlah kurang 166 orang.

“Sebenarnya sesuai dengan ruang yang ada di dalam Rutan hanya untuk 94 warga binaan saja,” terangnya, kemarin.

Ia menyebutkan, jumlah ruang tahanan di rutan hanya ada 13 ruang saja, itu pun ukurannya tidak sama, ada yang kecil dan ada yang besar, sehingga sangat mempengaruhi daya tapung.

Baca Juga
Gagal Salip Tronton, Pengendara Mio di Wonosobo Tewas Terlindas

Ada dua ukuran ruang tahanan, ada yang besar dan kecil. Ruang tahanan kecil idealnya hanya untuk 5 orang saja, tapi sekarang terpaksa dihuni 7 hingga 9 orang. Sedangkan ruang tahanan besar idealnya hanya dihuni 10 orang saja, tapi saat ini dihuni lebih dari 15 orang.

“Sebenarnya kurang manusiawi, untuk ukuran normal satu orang membutuhkan ruang satu kali dua meter untuk tidur, tapi kenyataan sekarang lebih sempit, mereka harus berdesak-desakan,” ujarnya.

Kondisi ini katanya, sangat mempengaruhi kenyamanan, namun karena minimnya fasilitas yang ada, warga binaan tetap harus menempati ruangan yang ada.

“Beruntung, rutan ini masih peninggalan zaman Belanda. Perhitungannya sangat bagus, fentilasi bagus dan yang lainya cukup mendukung, sehingga tidak begitu berpengaruh,” katanya.

Namun demikian, untuk keperluan lainnya seperti makan, minum dan keperluan lainnya masih bisa terpenuhi dengan baik. Warga penghuni rutan juga mendapatkan perlakuan yang baik selama menjalani masa tahanan.

Artikel Menarik Lainnya :  Diperiksa hampir 9 Jam, Azis Syamsuddin Pilih Tutup Mulut

Bahkan, lanjutnya, untuk menampung semua warga penghuni rutan, dirinya terpaksa menyulap salah satu ruang yang digunakan untuk ibadah dijadikan sebagai ruang tahanan, sedangkan ruang ibadah di bangun yang baru.

Menurutnya, tidak hanya ruang tahanan saja yang tidak ideal, jumlah sipir penjaga Rutan juga jauh dari kata cukup. Saat ini hanya ada 12 sipir yang bertugas, jumlah itu dibagi empat shift.

Baca Juga
Jalan Srumbung Rusak Parah, Sopir Truk Inisiatif Memperbaiki

“Satu shift hanya tiga orang sipir. Mereka bergantian melakukan penjagaan sesuai dengan jadwal yang ada,” terangnya.

Padahal, katanya idealnya satu sipir menjaga 20 warga penghuni rutan. Tapi saat ini, satu sipir menjaga kurang lebih sebanyak 50 orang. Kondisi ini membuat para sipir harus bekerja lebih ekstra.

Meskipun sudah mengalami over kuota, namun pihaknya tidak bisa menolak kiriman tahanan dari Polres Temanggung. Setiap tahanan kiriman akan menjalani masa tahanan sembari menunggu keputusan sidang.

“Tidak hanya di Temanggung saja, hampir sebagian besar rutan di Indonesia over kuota,” katanya. (set)