Polres Temanggung Dirikan 6 Pos Pelayanan Nataru

pos pelayanan
SIDAK.  FKPD Temanggung saat melakukan sidak menjelang Nataru di salah satu gereja di Temanggung, 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Kepolisian Resor (Polres) Temanggung mendirikan 6 pos pelayanan yang tersebar di seluruh wilayah hukumnya selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 (Nataru).

Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali mengatakan, enam pos pengamanan tersebut terdiri atas 3 pospam dan 3 pos terpadu. Dalam setiap pos petugas yang berjaga adalah petugas gabungan dari bebeapa unsur yakni anggota Polri, TNI, instansi samping baik dari kesehatan, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan organisasi masyarakat.

“Tidak hanya dari Polri saja, kami melibatkan unsur lainnya dalam pengamanan Nataru tahun ini,” terangnya.

Kapolres menyebutkan, untuk setiap pos pengamanan, tim gabungan yang berjaga sudah diatur secara bergilir, sehingga bisa dipastikan selama 24 jam pos pengamanan ini akan selalu ada penjaganya.

Enam pos pengamanan tersebut didirikan di sejumlah titik di antaranya, di Kecamatan Pringsurat, Kota Temanggung, Parakan dan beberapa titik lainnya, terutama daerah atau wilayah yang mempunyai tingkat kerawanan lebih tinggi.

“Ada juga pos pengamanan yang didirikan dekat dengan gereja-gereja di Temanggung,” jelasnya.

Baca Juga
Rutan Kelas IIB Temanggung Over Kuota

Untuk pengamanan di gereja sendiri lanjutnya, setiap gereja ditempatkan 2 personil Polri dan 2 personil TNI dengan dibantu pengamanan swakarsa dari masing-masing gereja. Selain itu juga ada ormas seperti Banser ikut melaksanakan pengamanan di gereja-gereja.

“Dalam pengamanan ini kita lebih mengedepankan pengamanan secara humanis, namun tidak mengurangi kesiapan kita dalam mengamankan perayaan Nataru agar berjalan dengan aman dan nyaman,” terangnya.

Kapolres juga menyampaikan ada beberapa titik yang diamankan, termasuk titik krusial seperti jalur lalu lintas yang padat, ditempatkan pospam seperti di Pringsurat dan Parakan dan juga pengamanan untuk tempat-tempat ibadah, khususnya gereja, tetapi tempat ibadah lain juga dilakukan pemantauan.

Artikel Menarik Lainnya :  Usai Isi BBM, Angkot Ludes Terbakar

“Tidak hanya gereja saja, tempat-tempat lainnya tetap dalam pantauan pengamanan,” ujarnya.

Dandim 0706/Temanggung Letkol Inf AY David Alam mengatakan dalam rangka pengamanan Nataru, pihaknya menyiapkan satu pengamanan terpusat di Makodim kurang lebih 100 orang. Kemudian untuk di setiap gereja diserahkan ke Koramil masing-masing.

“Koramil yang terdapat gereja di wilayahnya akan bertanggung jawab terhadap keamanan di situ, kerja sama dengan Polri,” katanya.

Pihaknya juga mengaku sudah koordinasi dengan gereja-gereja supaya umat tidak usah membawa tas yang besar saat mengikuti ibadah, cukup membawa kitab untuk ibadah.

“Jemaaat yang membawa tas besar dan mencurigakan bisa geledah, kita tidak bisa mengambil risiko dalam hal ini, karena efeknya akan besar sekali jika terjadi hal yang tidak kita inginkan,” katanya.

Terpisah Komandan Banser Kabupaten Temanggung, Lutfi Arifin, mengatakan, rata-rata ada 10 personel Banser yang disiagakan untuk menjaga gereja-gereja di wilayah kota. Namun apabila dari gereja di tiap kecamatan meminta bantuan penjagaan dan permintaan bantuan tersebut disampaikan melalui Polsek setempat, maka Banser siap mengirimkan masing-masing 10 orang untuk tiap kecamatan.

Baca Juga
Gagal Salip Tronton, Pengendara Mio di Wonosobo Tewas Terlindas

“Personel yang kami kriim untuk menjaga gereja tergantung permintaan. Seperti di Gereja Santo Petrus dan Paulus meminta 10 orang personel dari Banser. Tiap Polsek bila ada permintaan, kita siapkan 10 personel,” ujar Lutfi.

Dikatakan Lutfi, membantu pengamanan Natal merupakan komitmen Banser dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karenanya, jika ada permintaan dari negara maupun warga negara, pihaknya siap membantu.

“Sepanjang ada permintaan akan kami penuhi. Di Temanggung beberapa Polsek sudah mengirim surat ke Banser. Mulai tanggal 24 sampai 25 Desember ini kami akan membantu menjaga gereja,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Temanggung Bakal Punya Gedung Kesenian Senilai Rp10,8 M

Penjagaan gereja juga dilakukan oleh ormas Pemuda Pancasila (PP). Seperti disampaikan Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) PP Kabupaten Temanggung, Kusumo Danang. Pihaknya telah mendistribusikan anggotanya untuk menjaga 11 gereja dan tempat ibadah di daerah kota.

“Tiap gereja dan tempat ibadah dijaga antara dua hingga empat orang anggota kami. Namun kalau ada permintaan dari gereja di kecamatan, kami siap membantu,” kata Danang. (set)