Liburan Sekolah, Pendaki, Homestay hingga Hotel di Wonosobo Full Booked

PADAT. Sejak libur hari pertama Natal-Tahun baru (24/12) homestay hingga hotel di kawasan Dieng sudah dipesan penuh sampai awal Januari mendatang.
PADAT. Sejak libur hari pertama Natal-Tahun baru (24/12) homestay hingga hotel di kawasan Dieng sudah dipesan penuh sampai awal Januari mendatang.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Momentum liburan panjang sekolah yang bersamaan dengan libur Natal dan Tahun Baru menjadi peluang bagi para pengelola wisata maupun destinasi di Wonosobo untuk mendulang untung. Namun, bagi para wisatawan yang belum memahami kondisi amenitas maupun daya tampung wisata Wonosobo, bisa terkena risiko terlantar.

Hal itu terlihat di sejumlah homestay yang ada di kawasan desa Dieng maupun desa Dieng Kulon yang sudah dipesan penuh atau full-booked hingga awal januari mendatang.

Aji Setianto, salah satu pengelola homestay menyebut, mayoritas sudah mustahil menerima tamu dalam waktu seminggu kedepan.

“Kami sudah banyak menolak pengunjung karena rata-rata mereka datang tanpa memesan dulu. Sedangkan untuk Homestay sudah dipesan beberapa bulan lalu. Bahkan ada yang memesan sejak bulan Agustus. Kami juga rekomendasikan untuk menginap di kawasan bawah seperti Mojotengah, Garung atau di kota. Tapi dari jejaring kami sudah banyak yang penuh. Alternatifnya mencari tempat lain, bahkan ada yang terpaksa menginap di Temanggung atau balik ke Yogya,” ungkapnya kemarin (25/12).

Dikatakan Aji, untuk tarif tidak ada kenaikan berarti, mengingat pemesanan sudah dilakukan jauh-jauh hari. Sedangkan beberapa penyedia homestay juga banyak yang bekerjasama dengan warga setempat untuk menambah lokasi, meski awalnya tidak disewakan.

Baca juga
Gagal Salip Tronton, Pengendara Mio di Wonosobo Tewas Terlindas

“Sejak awal Desember lalu ada yang menawarkan rumah yang memang tidak ditempati untuk kami kelola, tapi kami tetap berusaha untuk menyesuaikan dengan standar karena kami juga tidak ingin pengunjung kecewa. Tapi ada resiko lain yang lebih menyedihkan, yaitu banyak wisatawan terlantar karena tidak mendapat tempat dan akhirnya menyewa camp meski kondisi cuaca kurang bersahabat,” imbuhnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Pengawasan Inspektorat Pemda Harus Tegas dan Lebih Dini

Kondisi wisatawan terlantar juga dikhawatirkan bagi mereka yang tidak menggunakan aplikasi booking tempat online seperti Reed Doorz yang kini banyak digunakan homestay maupun hostel. Bahkan untuk paket camping di beberapa destinasi, salah satunya di Bukit Cinta kawasan wisata Telaga Menjer kecamatan Garung juga telah dipesan penuh hingga Januari mendatang.

“Paket wisata yang untuk camping premium sudah banyak dipesan wisatawan dan full booking hingga tanggal 3 Januari 2020. Mayoritas antisipasi padatnya wisatawan di liburan pekan ini,” ungkap pengelola Bukit Cinta, Joko Susilo.

Baca Juga
Rutan Kelas IIB Temanggung Over Kuota

Sedangkan risiko wisatawan terlantara maupun terjebak macet juga diungkapkan pengelola basecamp Gunung Prau mengingat para pendaki bisa beresiko terlantar seperti yang terjadi di tahun sebelumnya. Maka dengan indikasi padatnya wisatawan tahun ini, dari pihak pengelola menghimbau agar wisatawan membeli tiket pulang pergi sebelum memastikan berangkat berlibur.

“Memang 90 persen Hotel dan homestay di kawasan Dieng sudah full booking dari 25 Desember hingga awal tahun. Tapi di kawasan Mendolo ada rumah singgah milik komunitas pendaki Wonosobo, yang bisa dimanfaatkan oleh pendaki dari luar daerah secara gratis sementara sebelum memeroleh tiket pulang,” ungkap Umam, salah satu pengelola Ruang kreatif Mendolo. (win)