Harga Daging Sapi di Wonosobo Stabil, Ayam Naik Tak Signifikan

RAMAI. Lapak daging ayam di pasar induk ramai sejak libur sekolah hingga natal-tahun baru,
RAMAI. Lapak daging ayam di pasar induk ramai sejak libur sekolah hingga natal-tahun baru,

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Sepanjang liburan sekolah hingga Natal dan tahun baru (Nataru), arus mudik terjadi di banyak wilayah, termasuk di Wonosobo. Hal ini berimbas pada konsumsi masyarakat. Bahkan sejak libur semester lalu, beberapa komoditas sudah mulai mengalami perubahan harga.

Di antaranya daging ayam potong mengalami kenaikan mulai Rp2.000 hingga Rp3.000, namun masih dalam batas wajar mengingat harga sebelumnya di kisaran Rp28.000 per kilogram.

Menurut Aminah, salah satu pemilik lapak daging, permintaan ayam cukup tinggi. Namun, pasokan dinilai aman sejak November lalu. Bahkan, harga per kilonya sempat turun meski hanya Rp1.000.

“Yang naik hanya daging ayam tapi tidak begitu banyak dan wajar saja. Tetapi untuk daging sapi karena pasokan lokal masih mencukupi tetap stabil di kisaran Rp110.000 hingga Rp130.000 tergantung bagian dan kualitasnya,” ungkapnya kemarin (25/12).

Sedangkan menurut Yani, salah satu pedagang menilai kenaikan permintaan justeru untuk daging bebek maupun daging Entok yang cenderung lebih mahal. Dikatakan Yani, sejak dua bulan terakhir permintaan ayam sempat menurun, terlebih dengan bertambahnya peternakan ayam di beberapa wilayah.

“Untuk pemasok daging sapi dan ayam di lokal sudah banyak sekali, yang banyak permintaan sekarang bebek dan entok. Apalagi pembeli juga banyak yang memilih olahan daging selain ayam karena berbagai alasan. Harga untuk bebek bisa sampai dua kalinya ayam,” katanya.

Kenaikan permintaan ayam masih di kisaran normal hingga 40 persen selama libur natal dan diperkirakan tidak mencapai 100 persen hingga tahun baru. Yani sendiri bisa menjual lebih dari 500 kilogram  ayam potong per hari selama libur panjang. (win)