BNPB Petakan Daerah Banjir

BNPB Petakan Daerah Banjir
BNPB Petakan Daerah Banjir

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Sedikitnya delapan daerah dinyatakan berpotensi diterjang bencana banjir pada musim penghujan saat ini. Karenanya, masyarakat diminta untuk waspada dan siaga akan ancaman banjir.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan sejumlah wilayah di Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi berpotensi banjir. Hal tersebut diperolehnya dari Banda Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berdasarkan peta prakiraan berbasis dampak hujan lebat di Tanah Air.

“Informasi dari BMKG menyatakan terdapat delapan wilayah yang berpotensi terdampak banjir akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut,” ujarnya di Jakarta, Rabu (25/12).

Delapan wilayah yang berpotensi terdampak banjir adalah Jawa Timur (status siaga), Aceh (status waspada), Sumatera Utara (status waspada), Sumatera Barat (status Waspada), Jambi (status waspada), Jawa Barat dan Jawa Tengah (waspada), Kalimantan Selatan (waspada), Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur (waspada), serta Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan (waspada).

Agus menambahkan Jawa Timur sudah menyiapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur No 188/650/KPTS/013/2019 tertanggal 16 Desember 2019.

“Begitu juga dengan Kalsel yang juga sudah menetapkan status siaga darurat,” kata dia.

Saat ini sejumlah daerah menetapkan status tanggap darurat yakni Sumatera Barat, Aceh, Riau, Sumatera Barat, dan Sulawesi Tengah. Sedangkan untuk siaga darurat selain Kalimantan Selatan dan Jawa Timur yakni, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan berdasarkan prakiraan pihaknya, cuaca ekstrem akan menghantui sebagian besar wilayah Indonesia selama masa libur akhir tahun 2019. Hujan lebat berpotensi turun di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah tujuan wisata.

“Dalam sepekan terakhir, terjadi distribusi curah hujan cukup signifikan di sebagian besar wilayah Indonesia,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Penipuan Investasi Forex dengan Kerugian Rp15,6 M iliar Berhasil Diungkap

Menurut dia, kondisi tersebut terjadi akibat dinamika atmosfer skala regional dan lokal terkini, termasuk Monsun Asia yang mulai menunjukkan aktivitas signifikan.

Aktivitas Monsun Asia, menyebabkan peningkatan massa udara basah, terbentuknya pola konvergensi, pelambatan dan belokan angin di beberapa wilayah, dan suhu muka laut hangat yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau warga mewaspadai potensi cuaca ekstrem dan hujan lebat di wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Khusus Sumatera Barat curah hujan berpotensi sangat tinggi hingga akhir tahun 2019.

“Bahkan hingga Januari curah hujan mencapai 200 hingga 300 milimeter dalam satu bulan, artinya curah hujan masih tinggi,” katanya.

Kemudian menurut perkiraan BMKG curah hujan hingga Maret 2020 terus meningkat yakni mencapai 400 milimeter dalam satu bulan.

“Karena itu, kita harus terus waspada akan potensi bencana hidrometeorologi yakni dengan cara menghindar apa bila terdapat tanda-tanda nya,” kata dia.

Longsor, banjir dan banjir bandang diperkirakan masih berpotensi terjadi, oleh karena itu perlu ditingkatkan kewaspadaan bagi masyarakat, katanya.

“Biasanya sebelum banjir bandang terlihat tanda-tanda, namun terkadang tidak harus ada hujan di daerah terjadinya banjir bandang tersebut, bahkan hujannya justru di atas gunung,” katanya.

Jika terlihat hujan di atas gunung maka yang berada di bawah atau di pinggir sungai harus waspada dan menjauh dari sungai, katanya.

“Jika terlihat air sungai tiba-tiba keruh maka segera menjauhi sungai karena biasanya air tersebut menghanyutkan kayu dan benda lainnya yang membahayakan,” kata dia menerangkan.

Menurut perkiraan BMKG, bencana alam puting beliung juga potensi terjadi yakni dengan ciri-ciri awan seperti bunga kol, biasanya selama 30 menit hingga satu jam kemudian jika semakin gelap maka akan terjadi puting beliung, dan segera menyingkir.

Artikel Menarik Lainnya :  Penipuan Investasi Forex dengan Kerugian Rp15,6 M iliar Berhasil Diungkap

Dia juga menambahkan saat ini curah hujan hampir merata di seluruh wilayah di Indonesia, namun jumlah curah hujannya berbeda-beda.

“Potensi udah hujan di Aceh dan Sumatera Utara hampir sama dengan Sumbar,” katanya.

Dia melanjutkan, cuaca ekstrem, juga berpotensi melanda Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Dia mengatakan seiring dengan kedatangan cuaca ekstrem, gelombang tinggi berpeluang menghampiri sebagian wilayah pesisir di Indonesia.(gw/fin)