Bappeda Wonosobo Gelar Workshop, Integrasikan Roadmap SIDa dengan RPJMD

INPUT. Workshop penguatan SIDa di penghujung 2019 membahas input dari lintas sektor membahas beberapa prioritas pembangunan utama, di aula Bappeda,
INPUT. Workshop penguatan SIDa di penghujung 2019 membahas input dari lintas sektor membahas beberapa prioritas pembangunan utama, di aula Bappeda,

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Wonosobo menggelar workshop Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) dengan mengundang Lintas Dinas Kepala Dinas dan Kepala Bidang dari OPD, dan perwakilan komunitas/organisasi masyarakat di aula Bappeda, kemarin Senin (23/12). Menurut kepala bidang Randalevaltitbang Bappeda Fahmi Hidayat, penguatan SIDa berkaitan dengan peningkatan daya saing daerah.

“Sesuai dengan peraturan bersama Menristek dan Mendagri No 03/36 tahun 2012 tentang penguatan Sistem Inovasi Daerah mengamanatkan agar setiap daerah menyusun Roadmap SIDa yang kemudian diintegrasikan dalam RPJMD dan RKPD. Workshop ini adalah bagian dari tahapan yang sudah dilakukan dan ditarget pada periode yang akan datang,” ungkapnya kemarin.

Kebijakan itu dijelaskan Fahmi sejalan dengan fenomena pergeseran paradigma pembangunan saat ini yang bertumpu pada ekonomi berbasis inovasi dan IPTEK. Maka dalam menyusun SIDa sebagai peta rencana pembangunan ekonomi dilakukan melalui penerapan sistem inovasi. Menurutnya, di tahun ini dipersiapkan agar roadmap tersebut dapat diintegrasikan dengan RPJMD periode yang akan datang (2021-2024), Renstra OPD beserta dokumen turunannya. Pihaknya juga mengundang anggota Dewan Riset Daerah Wonosobo untuk juga menjabarkan policy brief sesuai dengan bidang bahasan utama.

“Dalam diskusi dan masukan bagi para penyusun Roadmap SIDa dibagi dalam beberapa bidang di antaranya Pariwisata, Pertanian, dan sosial Humaniora,” ungkapnya.

Dituturkan pembicara dari Peneliti dan dosen Sejarah Unnes, M Sokheh MA, disrupsi telah mengubah segalanya dan kini peranan komunitas yang memegang kunci utama dalam berbagai hal termasuk pembangunan. Di tingkat provinsi sendiri, tengah disusun Kebijakan penguatan SIDa lewat Pergub terkait inovasi daerah.

“Kita harus fokus di sektor prioritas. Jangan sampai energi kita habis untuk mengurusi semua tapi tidak efektif. Kerangka dan perencanaan SIDa ini harus mengacu visi dan misi daerah. Sehingga menjadi acuan kegiatan-kegiatan kolaboratif di daerah melibatkan berbagai pihak dengan peran dan fungsi masing-masing,” ungkapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Selamat, Perpusda Wonosobo Jadi Terbaik Se-Jateng

Diharapkan Sokheh, roadmap itu juga menjadi instrumen untuk melihat sejauh mana komitmen pemerintah daerah Kabupaten Wonosobo menerapkan SIDa ke dalam perencanaan pembangunan daerah. Pembicara lainnya ialah Kabag. Program & Anggaran Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Cuk Supriyadi Ali Nandar lulusan S3 Teknik Elektro, Universitas Kyushu Jepang. (win)