45 Anggota Panwascam Wonosobo Dilantik, 21 Wajah lama

PUBLIKASI. Beberapa publikasi dan karya yang sudah dilaunching Bawaslu Wonosobo berupa poster hingga album musik ketika pelantikan dan pelatihan Panwascam,
PUBLIKASI. Beberapa publikasi dan karya yang sudah dilaunching Bawaslu Wonosobo berupa poster hingga album musik ketika pelantikan dan pelatihan Panwascam,

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Sebanyak 45 anggota Panitia Pengawasan Pemilu Kecamatan (Panwascam) terpilih telah resmi dilantik oleh Bawaslu Wonosobo, Minggu  (22/12). Menurut Ketua Bawaslu Wonosobo, Sumali Ibnu Chamid, para anggota yang akan diterjunkan di 15 kecamatan tersebut bersaing dengan total pendaftar sebanyak 173 pendaftar awal hingga akhirnya menjadi 159 peserta usai seleksi administrasi. Mereka yang lolos merupakan 21 anggota lama Panwascam pada pemilu sebelumnya dan 24 di antaranya anggota baru.

“Salah satu fokus dari program panwascam adalah bagaimana menekan adanya potensi pelanggaran seperti intimidasi hingga politik uang. Usai pelantikan ini, para anggota Panwascam langsung tancap gas. Di minggu pertama mereka harus lakukan pemetaan di wilayahnya dan mencari dua desa untuk desa anti politik uang. Sehingga nantinya per kecamatan minimal ada dua desa dan satu sekolah pengawasan partisipatif,” ungkap Sumali.

Baca Juga
Sterilisasi Gereja, Polres Wonosobo Kerahkan Anjing Pelacak

Dalam proses seleksi tersabut, dinyatakan Bawaslu Wonosobo bahwa tidak ada perpanjangan proses pendaftaran. Dijelaskan Sumali, kecamatan dengan pendaftar terbanyak dari kecamatan Wonosobo dengan 21 orang peserta dan terendah dari kecamatan Wadaslintang sebanyak 6 orang. Sedangkan dari keterwakilan perempuan, ada sebanyak 56 orang pendaftar.

Namun di hasil akhir dijelaskan salah satu komisioner Bawaslu Wonosobo, Eko Fifin bahwa keterwakilan perempuan selalu menjadi salah satu hal yang penting meskipun jumlah peserta yang lolos masih cukup minim atau dengan komposisi 86 persen laki-laki dari anggota terpilih.

“Untuk Fokus pengawasan yang menjadi sorotan untuk pemilu mendatang ialah dari ASN dan data dari desa mengingat polanya beda dengan pemilu presiden dan legislative lalu. harapannya para anggota Panwascam bisa bekerja secara optimal di wilayah masing-masing untuk menekan politik uang yang masih menjadi salah satu sorotan sejak pemilu terakhir,” pungkasnya. (win)

Artikel Menarik Lainnya :  Waspada! Ada Potensi Ledakan Kasus Covid-19 Gelombang Ketiga di Wonosobo