Pembina PMR Wira dan KSR di Purworejo Dilatih Siaga Bencana

SIMULASI. Para Pembina PMR Wira bersama KSR dan PMI melakukan simulasi penanganan gempa bumi saat Pelatihan Sekolah Siaga Bencana di SMKN 3 Purworejo, 
SIMULASI. Para Pembina PMR Wira bersama KSR dan PMI melakukan simulasi penanganan gempa bumi saat Pelatihan Sekolah Siaga Bencana di SMKN 3 Purworejo, 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO– Para Pembina Palang Merah Remaja (PWR) Wira dan Korps Sukarela (KSR) se-Kabupaten Purworejo didorong untuk meningkatkan kapasitasnya agar siaga dalam menghadapi bencana. Dorongan itu dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purworejo melalui Pelatihan Sekolah Siaga Bencana selama 3 hari, Kamis-Sabtu (19-21).

Pelatihan berlangsung di SMK Negeri 3 Purworejo melibatkan sejumlah instruktur atau fasilitator dari PMI Jawa Tengah dan Kabupaten Purworejo. Pada hari pertama dan kedua, seluruh peserta diajak mendalami berbagai materi kelas, antara lain kesiapsiagaan, parameter sekolah siaga bencana, SOP penanganan bencana, sistem peringatan dini, pemetaan risiko bencana di sekolah, upaya mitigasi bencana, hingga rencana tindak lanjut di sekolah. Beberapa materi itu selanjutnya dipraktikkan secara langsung dalam simulasi penanganan bencana gempa bumi pada hari ketiga.

Pembina PMR SMKN 1 Purworejo selaku Ketua Panitia Pelatihan, Triyono SPd MPd, menyebut pelatihan diikuti para guru Pembina PMR Wira dari sekitar 22 SMA/SMK sederajat serta anggota KSR PMI Purworejo. Masing-masing sekolah mendelegasikan sekitar 2 perwakilan dengan jumlah total sekitar 64 peserta.

Baca juga
Dikira Hilang Diculik, Balita di Wonosobo Ditemukan Tewas di Saluran Air

Secara umum, pelatihan bertujuan untuk mengembangkan kapasitas bagi para pembina PMR di lingkungan Purworejo guna mendukung peningkatan mutu pendidikan PMR di sekolah.

“Tujuan khususnya, setelah mengikuti pelatihan diharapkan peserta mempunyai wawasan, pemahaman dan keterampilan tentang bencana serta mampu mengembangkan ekstra PMR di sekolah masing-masing. Membangun pengetahuan yang memadai tentang kebencanaan pada masyarakat, dunia pendidikan, Lembaga Swadaya Masyarakat serta korporasi,” sebutnya.

Pembina PMR SMKN 7 Purworejo selaku Sekretaris Panitia, Ari Kurniawati MPd, menjelaskan bahwa PMR Wira di tingkat SMA/MA/SMK menjadi salah satu wadah bagi para siswa untuk mengasah jiwa sosial. Keberadaannya memiliki peran penting dalam mendukung tugas-tugas kemanusiaan PMI.

Artikel Menarik Lainnya :  Total Kasus Positif Covid-19 di Purworejo Dekati Angka 7.000

“Para pembina memiliki peran penting dalam kemajuan PMR. Karena itu, mereka harus selalu meningkatkan kapasitasnya agar dapat memacu siswa untuk aktif dan senang berkegiatan dalam wadah PMR,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Yankesos PMI Purworejo yang juga menjadi instruktur pelatihan, Haryo Setyoko, mengungkapkan bahwa pelatihan bagi Pembina PMR Wira dan Madya telah menjadi agenda rutin PMI. Hal ini penting dilakukan mengingat Purworejo menjadi daerah yang memiliki risiko tinggi bencana.

Baca Juga
NU Care Gelar Khitanan Massal

Diharapkan, para Pembina PMR yang telah mendapatkan pelatihan dapat aktif memberikan sosialisasi. Tidak hanya bagi siswa yang mengikuti ekstra kurikuler PMR, melainkan juga seluruh warga sekolah.

“Bencana bisa terjadi di mana saja, termasuk di sekolah sehingga warga sekolah harus siaga. Harapannya pelatihan ini segera ditindaklanjuti dengan sosialisai sampai dengan simulasi mandiri di sekolah. Seperti yang dilakukan oleh para Pembina PMR Madya, setelah mengikuti pelatihan beberapa sekolah melakukan simulasi mandiri,” ungkapnya. (top)