Dikira Hilang Diculik, Balita di Wonosobo Ditemukan Tewas di Saluran Air

Balita
DITEMUKAN. Balita asal Dusun Gedangan Desa Tumenggungan Selomerto berinisial AZI ( 3,5) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Balita asal Dusun Gedangan Desa Tumenggungan Selomerto berinisial AZI (3,5) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan tim SAR gabungan di saluran air tidak jauh dari pertama kali korban dinyatakan hilang.

Korban ditemukan pada proses pencarian hari keempat, Sabtu (21/12) sekitar pukul 15.20 WIB. Jasad korban ditemukan di saluran air belakang Pondok Pesantren Al Alawiyah Dusun Pagedangan Desa Tumenggungan Selomerto.

Kepala BPBD Wonosobo Zulfa Ahsan Alim Kurniawan mengemukakan korban yang awalnya dikira hilang diculik ternyata ditemukan meninggal dunia karena hanyut di saluran air atau sungai kecil.

“Ia sudah berhasil ditemukan, korban ditemukan Basarnas bersama tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia, di saluran air,” ungkapnya kemarin.

Menurutnya, korban dinyatakan hilang oleh orang tuannya pada tanggal 18 Desember 2019 silam. Tidak jelas korban hilang kemana, tidak ada saksi dan bukti. Dugaan awal mengarah ke penculikan. Namun, karena bukti tidak kuat kemudian Basarnas Unit Pos Wonosobo menduga korban hanyut.

Baca Juga
Bocah Berusia 3,5 Tahun di Wonosobo yang Hilang Diduga Hanyut

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Ditemukan di urutan saluran terduga titik awal korban tercebur. Korban telah dievakuasi dan langsung diserahkan kepada keluarga,” ujarnya

Pihaknya mengapresiasi upaya pencarian yang dimotori Basarnas bersama dengan semua stakeholder BPBD maupun Relawan, TNI dan Polri serta warga setempat. Sebab, kerja keras mereka yang tidak kenal lelah akhirnya membuahkan hasil. Dalam operasi tersebut BPBD melakukan dua kali dropping bantuan logistik sembako untuk memback up kebutuhan konsumsi dan juga membantu meringankan beban keluarga korban

“Saya kira tim gabungan yang dimotori oleh Basarnas luar biasa gigih dalam berupaya mencari korban. Padahal ditengah situasi ketidakpastian posisi korban,” ucapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Napi di Lapas Cilegon Kendalikan 1,1 Ton Sabu

Zulfa menghimbau agar masyarakat jangan lengah dan tidak membiarkan anak bermain sendirian apalagi di pinggir saluran air dan sungai. Pasalnya curah hujan yang cukup tinggi belakangan ini memicu menaiknya debit air di sungai dan saluran-saluran di sekitar pemukiman.

“Apapun kondisinya, waspada penting, menjaga anak, utamanya balita. Selain itu juga menjaga rumah dan lingkungan dari ancman bahwa yang lain, baik itu kebakaran maupaun longsor,” pungkasnya. (gus)