Soal Asesman Bakal Disiapkan di UN 2020

Soal Asesman Bakal Disiapkan di UN 2020
Soal Asesman Bakal Disiapkan di UN 2020

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Untuk memperkenalkan asesmen kompetensi minimum pada Ujian Nasional (UN) 2020, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menyisipkan lima soal asesmen dalam Ujian Nasioanal (UN).

Kepala Balitbang Kemendikbud, Totok Suprayitno mengatakan, lima soal itu tidak akan mempengaruhi nilai siswa sama sekali. Lima soal itu hanya untuk uji coba pertama asesmen kepada siswa untuk persiapan penerapannya di 2021.

“Ini hanya titipan untuk pengenalan saja, di luar UN,” ujar Totok, Kamis (19/12).

Totok menambahkan, bahwa penempatan lima soal asesmen ini akan ditaruh secara acak. Artinya, tidak semua mata pelajaran yang masuk dalam UN disisipkan lima soal ini.

“Mungkin di sesi Bahasa Indonesia atau apa nanti tambahan paling sekitar 30 menit untuk siswa diminta mencoba soal baru,” katanya.

Harapannya, lanjut Totok, penempatan lima soal asesmen ini bisa memberi gambaran kepada guru untuk pembelajaran di tahun 2021. Dia harap guru bisa mulai menyiapkan diri setelah diberi bocoran asesmen di UN ini.

“Saya akan mencoba membuat soal sejenis ini, mencoba bagaimana mengajarkan anak supaya lebih imajinatif mengarahkan kompetensi bernalar seperti itu,” tuturnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim memberikan contoh soal dalam asesmen kompetensi atau ujian pengganti ujian nasional (UN). Nantinya, asesmen kompetensi akan berdasarkan numerasi (matematika), literasi (bahasa) dan survei karakter.

“Contoh ada paragraf yang menjelaskan mengenai berbagai macam alasan kenapa climate change itu terjadi. Lalu ada diagram chart yang menjelaskannya. Lalu ada pertanyaan Ini masih pilihan ganda, tetapi beda sifat,” kata Nadiem.

Nadiem menjelaskan, meski nantinya soal asesmen masih ada pilihan ganda, namun berbeda dengan pilihan ganda UN saat ini.

Artikel Menarik Lainnya :  SMK Negeri 3 Magelang Gelar IHT Kurikulum Merdeka Belajar

“Untuk bisa menjawab pilihan ganda tersebut, anak itu harus bisa memahami paragraf. Memahami argumen dan juga membaca diagram itu untuk mengerti hal yang dimaksudkan dari visual display diagram itu,” jelasnya. (der/fin)