Polres Magelang Kota Musnahkan Ratusan Botol Miras Berbagai Merk 

miras
MUSNAHKAN MIRAS. Alat berat melindas ratusan botol miras yang berhasil diamankan Polres Magelang Kota selama 6 bulan terakhir.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG TENGAH – Di penghujung tahun 2019, Polres Magelang Kota memusnahkan sedikitnya 497 botol minuman keras (miras) berbagai jenis. Miras yang dimusnahkan ini berasal dari hasil kegiatan rutin kepolisian selama 6 bulan terakhir di wilayah hukum Polres Magelang Kota.

Pemusnahan dilakukan dengan alat berat di halaman Apartemen Musvia Polres Magelang Kota, kemarin. Wakapolres Magelang Kota, Kompol Slamet Riyadi memimpin jalannya pemusnahan dengan disaksikan segenap unsur Forpimda dan pejabat di lingkup Pemkot Magelang.

”Selam enam bulan terakhir kita giat melakukan operasi di sejumlah titik, seperti warung kelontong, toko jamu, dan lainnya. Hasilnya kita dapatkan miras yang melanggar peraturan dan sangat membahayakan masyarakat,” kata Kompol Slamet usai pemusnahan.

Dia menjelaskan, dari hasil kegiatan ini berhasil menyidangkan dua tersangka yang dikenai pasal tindak pidana ringan (tipiring). Keduanya kemudian divonis pengadilan dengan hukuman denda masing-masing sebesar Rp20 juta dan Rp15 juta.

”Kami memang giat melakukan operasi miras ini, karena miras merupakan pintu awal tindak kriminal di masyarakat. Banyak kasus kriminal yang diawali oleh tersangka yang minum minuman keras. Maka, ini menjadi perhatian serius kami,” katanya.

Baca Juga
Sajikan Laporan Menarik, KPU Kota Magelang Luncurkan Buku Grafis

Pemusnahan ini sendiri bersamaan dengan Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi 2019 dan Pam Tahun Baru 2020. Operasi akan berlangsung selama 10 hari dimulai dari 23 Desember 2019 sampai 1 Januari 2020. Namun, kemungkinan diperpanjang sampai 3 Januari 2020.

”Personel yang akan terlibat sebanyak 356 orang, terdiri dari Polri 254 personel, TNI 30 personel, Pemkot Magelang 42 personel, dan organisasi non-pemerintah 30 personel. Kita bersama-sama mengamankan jalannya dua momen penting ini,” jelasnya.

Dalam operasi ini, pihaknya juga akan membuka tiga pos pengamanan, yakni pos satu di pertigaan Kebonpolo, pos dua kawasan alun-alun, dan pos tiga persimpangan Soka. Di tiap pos ini bersiaga sejumlah anggota termasuk unsur lain.

”Kita tempatkan juga personel di tiap gereja minimal 3 orang per gereja dengan shift tiga kali selama 24 jam. Petugas keamanan internal gereja juga kita libatkan dalam pengamanan,” tuturnya.

Slamet menambahkan, dalam pengamanan secara maksimal, pihaknya siap melakukan sterilisasi di dua gereja besar, yakni Ignatius dan Pantekosta. Pihaknya akan menempatkan unit penjinak bom dan alat metal detektor.

”Jamaah yang akan masuk ke gereja kita periksa demi keamanan. Tapi, sebelumnya sudah kita sosialisasikan agar jemaah tidak perlu membawa tas ke dalam gereja. Pihak pengelola gereja juga sudah kita himbau agar jamaahnya tidak perlu membawa barang berlebih ke dalam gereja,” paparnya. (wid)