Bocah Berusia 3,5 Tahun di Wonosobo yang Hilang Diduga Hanyut

pencarian
PENCARIAN. Basarnas Unit Wonosobo meelakukan pencarian terhadap AZI (3,5) asal Desa Tumenggungan Kecamatan Selomerto, yang diduga hanyut.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Basarnas Unit Wonosobo menduga hilangnya AZI (3,5) asal Desa Tumenggungan Kecamatan Selomerto,lantaran hanyut di sungai. Hal itu didasarkan pada informasi terakhir hilangnya korban.

“Kami duga korban itu hilang karena hanyut. Ini dari hasil analisa kita terhadap informasi terakhir pihak keluarga, bahwa korban ditinggal pergi di musala dekat sungai atau parit saat hujan. Ini dugaan,” ungkap Koordinator Pencarian Badan SAR Nasional Rindang Trisnavianto Tulu, kemarin.

Sebelumnya diinformasikan bahwa korban hilang  pada Rabu (18/12) pada pukul 16.30 WIB.  Anak tersebut bersama ibunya menuju rumah kakak ipar ibunya. Saat itu bermain air kran di depn musala, tidak jauh dari rumah kakak ipar sang ibu. Selang beberapa menit, korban sudah tidak ada di tempat.

Baca Juga
Polres Wonosobo Musnahkan 1.233 Botol Miras Hasil Operasi Miras

Pihak keluarga kemudian melaporkan kepada pemerintah desa dan juga Polsek Selomerto, kemudian dilakukan pencarian. Bahkan hilangnya ia juga diinformasikan secara luas melalui media sosial, termasuk di group wahtsapp, namun hingga sekarang belum ditemukan.

Menyikapi informasi itu, tim Basarnas menduga, korban hilang karena hanyut di parit yang ada di dekat musala. Hal itu masih bersifat dugaan karena tidak ada saksi dan juga barang bukti. Namun dugaan ini patut dibuktikan karena melihat posisi terakhir korban hilang.

“Kita sudah melakukan pencarian selama dua hari, belum ada titik terang,” katanya.

Menurut, korban berdasarkan informasi yang diberikan oleh orang tua korban, diduga hanyut. Dugaan tersebut masih belum dapat dipastikan karena tidak adanya saksi dan bukti yang terkait dengan hanyutnya korban. Hanya saja dari assesment yang dilakukan tim gabungan, dugaan yang paling mendekati yakni hanyut.

Artikel Menarik Lainnya :  Kaget, Sedang Masak Tiba - tiba Rumah Terbakar

“Metode pencarian yang dilakukan  dengan menyisir secara manual aliran sungai sepanjang 8 kilometer, dengan melibatkan tim secara bergantian,” bebernya.

Baca Juga
Jelang Nataru, Polres Purworejo Musnahkan Ribuan Botol Miras

Rindang menuturkan, sesuai SOP pencarian akan dilakukan hingga 7 hari kedepan, dimana setiap harinya akan dilakukan evaluasi secara kontinyu untuk menentukan langkah langkah selanjutnya. Rindang berharap, korban segera ditemukan meski hambatan yang sering pihaknya temui yakni cuaca dan minimnya informasi.

“Kami juga klarifikasi adanya hoax atau kabar bohong menyebut korban telah ditemukan. Padahal belum, sehingga mengakibatkan relawan lain mengurungkan niat untuk turtu bergabung dalam pencarian,” pungkasny. (gus)