Terorisme jadi Fokus Pengamanan Perayaan Nataru di Temanggung

MENYEMATKAN. Wakapolres Temanggung Kompol Kelik Budiono menyematkan tanda Operasi Lilin Candi dimulai, di halaman Mapolres Temanggung, 
MENYEMATKAN. Wakapolres Temanggung Kompol Kelik Budiono menyematkan tanda Operasi Lilin Candi dimulai, di halaman Mapolres Temanggung, 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Terorisme masih menjadi fokus utama dalam pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 (Nataru) ini. Aparat keamanan akan disebar di seluruh tempat ibadah yang ada di Temanggung.

Selain terorisme, kerawanan intolerasi juga masih ada. Namun demikian aparat di Temanggung ini sudah melakukan pendekatan dan koordinasi dengan tokoh agama, organisasi masyarakat dan stakeholder lainnya.

“Harapan kami tidak akan ada dan tidak akan terjadi. Pengamatan kami, yang rawan masih terorisme dan intoleransi, jangan terjadi di sini (Temanggung_red),” kata Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Staf Komando Distrik Militer (Kasdim) 0706 Temanggung, Kapten Edward Phillip William, Kamis (19/12).

Menurutnya, potensi intoleransi di wilayahnya memang masih besar. Namun demikian, pihaknya berharap intoleransi dan aksi terorisme tidak terjadi di selama perayaan Natal berlangsung. Sehingga masyarakat kristiani bisa merayakan Natal dengan tenang dan aman.

“Ya, seperti itu lah. Tercium juga aroma intoleransi, tapi mudah-mudahan jangan sampai terjadi di bumi Indonesia, khususnya Temanggung. Yang sudah ya sudah. Sehingga kegiatan Natal bisa dilaksanakan dengan senang hati, umat yang merayakan juga merasa aman dan tenang,” harapnya.

Baca Juga
Polres Temanggung Musnahkan Ribuan Botol Miras

Pada pengamanan Natal ini, TNI akan turut membantu melakukan pengamanan gereja-gereja dan kantor-kantor instansi pemerintah. Tiap gereja dan kantor instansi itu ditempatkan dua orang personel TNI, dua orang personel Polri, dibantu Satpol PP dan unsur masyarakat.

“Intinya kami siap membantu pengamanan, kami juga menyiagakan satu pleton personel TNI, stand by, kalau terjadi apa-apa siap bergerak,” ujarnya.

Terkait potensi intoleransi, Waka Polres Temanggung Kompol Kelik Budiono menambahkan, dalam pra operasi beberapa waktu lalu, pihaknya telah mengumpulkan sejumlah organisasi masyarakat. Pada kesempatan itu mereka menyepakati tidak akan melakukan upaya intoleransi saat perayaan Natal.

Artikel Menarik Lainnya :  Pemkab Temanggung Mulai Tata Pejabat

“Yang kita amankan gereja, tempat peribadatan dan lalu lintasnya. Potensi kerawanan yang ada masalah terorisme dan pelarangan ibadah, meski itu terjadi di luar sana, untuk di Temanggung mudah-mudahan tidak ada. Sesuai dengan kesepakatan kemarin ketika kita kumpulkan ormas tidak akan melakukan itu,” katanya.

Baca Juga
Jelang Nataru, Polres Purworejo Musnahkan Ribuan Botol Miras

Selain langkah tersebut, pihaknya juga sudah sering melakukan komunikasi dan koordinasi dengan organisasi masyarakat (ormas), tokoh agama dan unsur yang lainnya untuk mewujudkan Temanggung yang aman.

“Koordinasi terus kami lakukan, tidak hanya menjelang perayaan hari besar seperti ini saja,” katanya.(set)