Penampakan Macan Kumbang Tertangkap Kamera, CDK IV Jateng Yakinkan Tidak Ancam Manusia

TEREKAM KAMERA TRAP: Penampakan seekor macan terekam kamera trap di Hutan Sokokembang, Petungkriyono
TEREKAM KAMERA TRAP: Penampakan seekor macan terekam kamera trap di Hutan Sokokembang, Petungkriyono

MAGELANGEKSPRES.COM,PETUNGKRIYONO – Hutan Petungkriyono menyimpan kekayaan flora dan fauna yang tinggi, bahkan beberapa di antaranya spesies yang langka di dunia.
Salah satu kekayaan alam yang tersembunyi di Hutan Petungkriyono adalah satwa dilindungi macan. Hal ini dibuktikan dengan terekamnya penampakan macan di Hutan Sokokembang, Petungkriyono, melalui kamera trap yang dipasang oleh komunitas Swara Owa. Video rekaman penampakan macan ini sudah diunggah di youtube oleh Wangi Management. Dalam video berdurasi 1:27 ini tampak beberapa satwa tertangkap kamera trap mulai dari babi hutan hingga macan.
Pegawai Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV Dinas LH dan Kehutanan Jateng Teguh, Kamis (19/12), mengatakan, komunitas Swara Owa memasang kamera trap di Hutan Sokokembang untuk mengetahui kekayaan alam di hutan Petungkriyono. Hasilnya, kata dia, terekam penampakan seekor macan. “Saya juga sudah lihat rekamannya yang ada di You tube. Awalnya rekaman ini memang tidak untuk dipublish, namun ndak tahu kok muncul di You tube,” terang dia.
Menurutnya, hutan lindung Petungkriyono memang sangat kaya flora dan fauna, bahkan beberapa spesies langka dan dilindungi ada di hutan Petungkriyono. Di antaranya owa Jawa, macan, beberapa spesies anggrek, serta beberapa spesies burung langka seperti elang Jawa dan raja udang kalung biru.
Disinggung keberadaan macan tersebut, ia menekankan jika keberadaannya tidak mengancam atau membahayakan manusia. Sebab, kondisi hutan di Petungkriyono masih bagus, terutama rantai makanannya masih bagus.
“Mangsa alami macan masih banyak dijumpai di hutan seperti babi hutan,” kata dia.
Dikatakan, dengan biodiversitas yang tinggi di hutan Petungkriyono para pegiat lingkungan seperti Swara Owa, Yayasan Relung, dan lainnya bersama pihak terkait seperti Cabang Dinas Kehutanan, Perum Perhutani, dan BKSDA Jateng beberapa kali melakukan pertemuan untuk membahas penyelamatan kekayaan alam di hutan Petungkriyono.
“Pegiat pariwisata agar jangan terlalu masif membuka kawasan hutan. Juga digagas adanya wisata minat khusus seperti wisata pengamatan burung dan tracking. Bahkan ada gagasan agar hutan Petungkriyono dijadikan sebagai calon kawasan ekosistem esensial,” kata dia. (had)

Artikel Menarik Lainnya :  Komunitas Penggemar Mobil Hyundai Atoz Lepas Anak Penyu Ke Pantai Goa Cemara