Berbagi Kisah Karir Sansan Peewee Gaskins di Wonosobo

Peewee Gaskins
SHARING. Sesi sharing oleh Sansan Pee Wee Gaskins di agenda talkshow bisnis di Hotel Dafam

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Sebuah talk show bertajuk From Nothing to Something mengundang salah satu personil band kawakan PeeWee Gaskins, Sansan, di hotel Dafam kemarin (15/12). Dalam talkshow yang dibuka untuk umum itu juga menghadirkan pengusaha muda lokal, Fajar Laukhan, dan juga Moderator dari pentolan band Rasgokil, Memet Gokil. Perjalanan karir dalam bermusik dari nol dikisahkan pria bernama asli Muhammad Fauzan Santoso yang akrab dipanggil Sansan itu yang konsisten di jalur indie. Menurut Sansan, pesan penting bagi anak muda yang mantap di bidang musik adalah untuk selalu totalitas dalam hal mengerjakan semua hal, apalagi musik.

“Intinya bagi saya totalitas, sekali nyemplung sekalian basah, jangan cuma satu kaki. Dan harus berani memilih. Apalagi, kini zaman sudah makin canggih, banyak peluang dan kemudahan. Sekarang sudah banyak platform, bisa lewat youtube, sosmed, spotify, dan lainnya. Kalau dulu kami masih harus ngeburn CD, bikin cover album sendiri, masih iuran juga. Makanya, band sekarang kalau mau naik daun lebih banyak cara,” kata Sansan.

Baca juga
Dibantu CSR BNI Wonosobo, Program Jambanisasi Lampaui Target

Kini, kesibukan band berinisial PWG itu tengah merampungkan mini album yang berisi 5 lagu usai meluncurkan album terakhirnya Mixed Feeling yang juga hadir dalam bentuk album Fisik. Dijelaskan Sansan, salahsatu komponen penting dalam mengerjakan apapun adalah tenggat waktu maupun timeline.

“Timeline harus betul. Kita akan bekerja maksimal kalau ada dateline-nya. Kalau kamu keluarkan 100 persen tuhan pasti ngebalikin sepenuhnya. Apa yg kalian tabur itu yang akan kalian tuai. Intinya Jadilah yang terbaik versi kamu. Di musik, bisnis, atau apapun passion mu,” kata bapak tiga anak itu.

Artikel Menarik Lainnya :  Diduga Depresi, Perempuan Muda Akhiri Hidupnya di Sungai Galuh

Sansan yang juga menggeluti bisnis kuliner sejak 2017 lalu yakni 1 Sate 7 Tusuk dengan jenis sate Taichan yang cukup diminati pasar. Usaha sate tersebut hingga kini menjadi salah satu lini bisnisnya bersama sang isteri.

Selain Sansan, General Manager Hotel Dafam Wonosobo Doni Avianto juga membeberkan perjalanan karirnya dari mulai titik nol. Doni ternyata juga memiliki pengalaman bermusik hingga pernah menjadi band pengiring Nike Ardilla di tahun 90-an. Pria yang mahir bermain alat musik drum itu mengaku musik sudah menjadi sebagian dari hidupnya.

“Waktu saya SMP-SMA orang merasa main band itu sangat special dan pernah jadi home band sekolah, lalu mengadakan acara pop singer di Purworejo. Sampai saya merantau di Jakarta, saya masih suka ngeband untuk cari tambahan uang saku. Biarpun tidak menjadi musisi, saat ini saya tetap mendukung musik, karena jiwa seni saya masih ada sampai sekarang,” ungkapnya.

Baca juga
Jelang Nataru, Polres Purworejo Musnahkan Ribuan Botol Miras

Ternyata, pemilik FSL Group Fajar juga berbagi kisah inspiratif tentang bagaimana jatuh bangunnya membangun usaha yang menggabungkan pengusaha fashion, kuliner dan stable (pacuan kuda).

“Dulu saya cuma jual roti saat ada acara wisuda kampus dengan modal tiga juta rupiah, tapi tidak untung. Suatu hari bertemu dengan suplier pakaian dan saya beranikan untuk berjualan dengan modal Rp15 juta, tapi saya malah kena tipu. Dari situ lah saya mulai bangkit cari cara lain, akhirnya saya punya Garasiod,” kenang Fajar. (win)