Bawaslu Kabupaten Magelang Terbitkan Buku Melawan Money Politics

bawaslu
PELUNCURAN. Penyerahan Buku Melawan Money Politics kepada wartawan senior dari Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang dalam peluncuran buku tersebut.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Bawaslu Kabupaten Magelang menerbitkan buku Melawan Money Politics untuk membangun kesadaran masyarakat.

Menurut Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Habib Shaleh, SS, mengatakan, penerbitan buku ini berangkat dari pemikiran bahwa salah satu sisi lemah budaya bangsa Indonesia adalah rendahnya tradisi tulis menulis dan tradisi membaca.

“Masyarakat Indonesia lebih suka menonton dan mendengar ketimbang menuliskan pengalaman dan pengetahuan mereka ke dalam buku, majalah, maupun koran. Masyarakat Indonesia cenderung lebih menggemari sinetron, telenovela, drama korea (drakor) dan sandiwara radio. Seiring perkembangan zaman, kita harus meningkatkan budaya literasi masyarakat,” ucap Habib, di sela peluncuran buku, Kamis (19/12) di Kantor Bawaslu Kabupaten Magelang.

Buku Melawan Money Politics ini diterbitkan salah satu tujuannya adalah untuk menumbuhkan budaya literasi masyarakat, khususnya terkait penyelenggaraan pemilu. Buku ini terdiri dari sekian tulisan karya komisioner dan staf Bawaslu Kabupaten Magelang.

Baca Juga
Polres Magelang Musnahkan 4.027 Botol Miras

“Satu komisioner menulis minimal 2 tulisan dan setiap staf menulis 1 tulisan. Sesuai tema, seluruh tulisan buku ini membahas politik uang dari berbagai sisi, berdasarkan data-data dan fakta selama kontestasi Pemilu 2019,” papar Habib.

Buku Melawan Money Politics ini istimewa karena prolog ditulis oleh Ketua Bawaslu RI Abhan SH MH. Bawaslu Kabupaten Magelang mengupas tuntas politik uang dari berbagai sisi dalam buku ini. Buku ini dibuka dengan tulisan Melawan Money Politics Berbasis Keluarga. Keluarga menjadi elemen penting strategi Bawaslu Kabupaten Magelang dalam mencegah dan melawan politik uang.

“Judul tulisan ini sekaligus merupakan program unggulan Bawaslu Kabupaten Magelang yakni Keluarga Anti Money Politics (KeAMP), Kampung Anti Money Politics (KAMP) dan Desa Anti Politik Uang (Desa APU),” terang Habib.

Artikel Menarik Lainnya :  120 Bhayangkari Polres Magelang Ikuti Vaksinasi Massal

Tulisan selanjutnya adalah kondisi faktual Money Politics dalam Undang Undang Pemilu no 7 Tahun 2017, kemudian Money Politics Antara Kebutuhan dan Larangan, Rekomendasi Bawaslu untuk Menambal Regulasi Pemilu yang Bolong-bolong, Strategi Mencegah Sengketa Proses Pemilu, Menitipkan Pesan Anti Money Politics kepada Saksi Parpol, dan PTPS sebagai Ujung Tombak Terciptanya Keluarga Anti Money Politics.

Buku ini juga diperkaya dengan kajian politik uang dari sudut pandang agama Islam lewat tulisan Politik Uang Menurut Kacamata Agama. Kemudian Problematika Sanksi Pidana Bagi Pelaku Money Politics, dan Perempuan Lawan Politik Uang.

Lalu tulisan Mengapa Masyarakat Tidak Berani Laporkan Dugaan Pelanggaran Pemilu, Jika Pelanggaran Administrasi TSM Mudah Diproses, Money Politics Berkurang, Penanganan Pelanggaran Politik pada Pemilu 2019 dan Desa Sapu JagaD Persempit Ruang Gerak Politik Uang.

Baca Juga
Karya Mahasiswa Untidar Dipanerkan Dalam Mechatronics Expo 2019

Buku tersebut ditutup dengan tulisan Modus Baru Money Politics di Era Gen-Y, Pencegahan Praktik Politik Uang dalam Pemilu (Dari Gerakan Moral Menuju Gerakan Sosial Keluarga Anti Money Politics), dan Magelang Pioner Gerakan Kampung Anti Money Politics.

“Lewat buku Melawan Money Politics ini, Bawaslu Kabupaten Magelang berusaha membangun Gerakan Anti Money Politics di tengah masyarakat. Selain lewat buku, gerakan ini juga dibangun Bawaslu dengan pemanfaatan kesenian tradisional, stikerisasi dan lainnya. Edukasi politik ini merupakan strategi untuk membangun dan membangkitkan kesadaran masyarakat,” tandas Habib.(cha).