Tiga Calon Dewas KPK Dapat Sambutan Positif

Artidjo Alkosta
Artidjo Alkosta

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Tiga nama disebut Presiden Joko Widodo berpeluang menjadi anggota Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diapresiasi sejumlah pihak. Tiga nama yang disebut adalah Artidjo Alkostar, Albertina Ho dan Taufiequrachman Ruki.

Ketua KPK Agus Rahardjo menilai mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Artidjo Alkostar dikenal apik dalam memutus perkara korupsi semasa mengemban tugas sebagai Ketua MA. Sehingga, menurutnya, Artidjo cocok mengisi anggota Dewas KPK.

“Ya baguslah kalau memang Pak Artidjo, kita kenal sangat bagus kan,” ujar Agus di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (18/12).

Nama Artidjo Alkostar mengemuka dalam daftar calon Dewas KPK seperti diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Artidjo menjadi kandidat kuat pengisi Dewas bersama nama lain seperti Hakim Albertina Ho dan mantan Ketua KPK Taufiquerachman Ruki.

Baca juga
Jokowi Beri Kesempatan Swasta dalam Proyek Ibu Kota Baru

Kendati demikian, ketiga tersebut belum pasti dapat melenggang hingga tahap final penunjukan Dewas KPK. Pelantikan Dewas KPK sendiri rencananya akan dilakukan bersama Pimpinan KPK periode 2019-2023 pada Jumat (20/12) besok.

Agus pun mengaku tak mempermasalahkan sosok yang bakal mengisi Dewas KPK nantinya. Asalkan, kata dia, siapapun yang terpilih dapat menunjukkan kredibilitasnya dalam memberantas korupsi.

“Ya pokoknya kalau orangnya kredibel ya enggak apalah, bagus lah,” tutupnya.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengaku tidak mengenal secara pribadi figur-figur yang namanya tercantum dalam bursa calon Dewas. Kendati demikian, ia menegaskan akan mengungkap ke publik jika sosok pengisi Dewas nantinya menghambat kinerja KPK.

“Terkait dengan pribadi, belum pernah (mengenal). Nanti kalau Dewas KPK menghambat nanti saya kasih informasi ke wartawan. ‘Ini lho, Dewas menghambat pemberantasan korupsi.’ Jangan khawatir,” ucapnya.

Terpisah, Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo menyebut Artidjo Alkostar dan Albertina HO menjadi kandidat yang cocok mengisi struktur Dewas. Karena, kata dia, kedua nama tersebut memiliki rekam jejak yang baik dan berintegritas terkait pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Terutama Pak Artidjo Alkostar yang diketahui merupakan momok menakutkan bagi koruptor dan tak segan menghukum berat,” ungkap Yudi.

Hanya saja, sambungnya, ia meminta Presiden Jokowi untuk mencari tiga sosok lain yang setidaknya memiliki rekam jejak serupa dengan Artidjo dan Albertina. Pasalnya, Dewas KPK memiliki kewenangan yang cukup signifikan berdasarkan revisi UU.

“Setidaknya Dewan Pengawas KPK harus diisi oleh orang-orang berintegritas tinggi, anti korupsi dan independen walaupun dalam proses pemilihannya ditunjuk langsung presiden,” tutupnya.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mendukung Artidjo Alkostar, mantan hakim Mahkamah Agung sebagai Dewan Pengawas KPK. Menurutnya, Artidjo merupakan hakim yang berintegritas.

“Semua sudah tahu Artidjo adalah hakim yang lurus. Yang kita harapkan juga sebagai pengawas itu juga bersikap tegak lurus terhadap perosalan-persoalan penegakan hukum yang ada di KPK, terutama dalam hal pemberantasan korupsi,” kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Bambang meyakini, pilihan Presiden Jokowi untuk anggota-anggota Dewas KPK adalah pilihan terbaik untuk menjadi penyeimbang lembaga antirasuah tersebut.

“Apa pun yang sudah dipilih pemerintah menurut saya perlu didukung karena itulah pilihan yang terbaik, yang sudah dipikirkan secara masak-masak,” ujar dia.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP Trimedya Panjaitan menilai Dewas KPK, akan memberikan prospek baik bagi lembaga antikorupsi itu.

“Sandainya betul Pak Artidjo masuk Dewas yang akan diumumkan oleh Presiden, saya kira ini adalah prospek baik bagi KPK. Kita tahu hampir 15 tahun dia menjadi hakim agung tidak ada yang bisa mengintervensinya,” katanya.

Nama-nama calon Dewas KPK seperti Artidjo, yang disebut Presiden Jokowi, akan menjadi jawaban kekhawatiran masyarakat yang selama ini masih berpikir pemerintah sedang melakukan pelemahan terhadap institusi anti rasuah tersebut.

“Kalau seandainya orang-orang itu yang duduk nanti di Dewas nanti, ada harapan bagi kita bahwa mereka bisa menjaga semangat dan spirit etos kerja di KPK,” kata dia.

Presiden Jokowi menyebutkan sejumlah nama yang diusulkan sebagai calon anggota Dewas KPK, mulai dari Taufiequerachman Ruki hingga hakim Albertina Ho.

Baca Juga
Sambut Nataru, BI Gelontorkan Uang Tunai Rp105 Trliun

“Dewan Pengawas KPK ya nama-nama sudah masuk tapi belum difinalkan karena kan hanya 5, ada dari hakim, ada dari jaksa, ada dari mantan KPK, ada dari ekonom, ada dari akademisi, ada dari ahli pidana,” kata Presiden Jokowi di Balikpapan.

Lima orang anggota Dewas KPK rencananya akan dilantik bersama dengan lima orang komisioner KPK 2019-2023 pada 20 Desember 2019.

“Ada hakim Albertine Ho, itu tapi belum diputuskan loh ya, Pak Artidjo, saya ingat tapi lupa, dan belum diputuskan,” tambah Presiden sambil menambahkan nama Ketua KPK jilid 1 Taufiequerachman Ruki juga diusulkan sebagai calon anggota Dewan Pengawas.

Presiden memastikan bahwa orang-orang yang terpilih sebagai Dewas KPK adalah orang-orang yang baik.

“Saya kira itu namanya ya nanti ditunggu sehari saja kok, yang jelas nama-namanya nama yang baik lah, saya memastikan nama yang baik,” tegas Presiden.

Mengenai calon dari jaksa dan ekonom, Presiden belum mau menyebutkan nama-nama mereka.

“Jaksa siapa ya, ada jaksa yang tidak aktif lagi (pensiun) kelihatannya, kalau ekonom masuk biar seimbang, (anggota dewan pengawas) pasti baik-baiklah,” tambah Presiden.

Jokowi mengaku masih akan terus menyaring usulan nama-nama tersebut sampai Kamis (19/12).

“Jumat (20/12/2019) dilantik, Kamis kan sudah tahu, ini terus disaring,” ungkap Presiden.

Untuk diketahui, Albertina Ho dikenal sebagai ketua majelis hakim yang menyidangkan kasus suap pegawai pajak Gayus Tambunan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ia dikenal gigih dan tegas dalam menyidangkan perkara. Saat ini Albertina Ho menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Kupang.

Artidjo Alkostar merupakan mantan Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung. Ia mendapat banyak sorotan atas keputusan memperberat vonis terdakwa kasus korupsi, Artidjo sudah pensiun pada Maret 2018.

Semantara Taufiequrachman Ruki adalah Ketua KPK periode 2003-2007 dan pelaksana tugas ketua KPK 2015 yang merupakan lulusan terbaik Akademi kepolisian (Akpol) 1971.(riz/gw/fin)