Gelar Media Gathering, KPU Kota Magelang Minta Wartawan Mengevaluasi Pelaksanaan Pemilu 2019

Media Gatering
DISKUSI. Komisioner KPU Kota Magelang bersama awak media se-Kota Magelang dan pejabat Pemkot Magelang menggelar diskusi evaluasi pelaksanaan Pemilu 2019 di Griya Persada, Jogjakarta,

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang menggandeng awak media massa untuk bersama-sama mengevaluasi pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 2019. Lewat media gathering yang digelar di Hotel Griya Persada, Jogjakarta, Rabu (18/12), KPU ingin menggali masukan dari insan pers ihwal penyelenggaraan Pemilu serentak 2019 lalu.

Ketua KPU Kota Magelang, Basmar Perianto Amron mengatakan, konsep acara tersebut untuk membuka pintu bagi masyarakat yang ingin memberi masukan tentang pelaksanaan pemilihan. Salah satunya adalah para jurnalis dari berbagai media agar pelaksanaan pesta demokrasi mampu kian sempurna ke depannya.

”Kami harapkan akan lahir gagasan-gagasan visioner dari rekan-rekan pers dan juga masyarakat soal pelaksanaan Pemilu 2019 lalu. Apalagi tahun depan kita juga akan mengadakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kota Magelang,” kata Basmar, Rabu (18/12).

Baca Juga
Angka Kemiskinan di Kabupaten Magelang Turun 0,56 %, Dari 11,23 % jadi 10,67 %

Turut hadir pada kesempatan itu, seluruh komisioner KPU Kota Magelang, Kepala Diskominsta, Catur Budi Fajar, Kabag Humas Setda Kota Magelang, Al Idris, dan belasan para jurnalis se-Kota Magelang.

”Kita ingin ada peran masyarakat dan pers juga pemerintah daerah di sini untuk mengusulkan, memberi masukan, yang tujuannya adalah demi terselenggaranya Pilkada yang akan datang lebih berkualitas lagi,” ungkap Basmar.

Komisioner KPU Kota Magelang, Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Purwanti menambahkan, keterlibatan media massa menjadi isu strategis dalam rangka peningkatan peningkatan kualitas demokrasi berintegritas.

”Ini juga dalam rangka meningkatkan angka parsitipasi yang sudah tinggi di Kota Magelang, mencapai 86 persen pada pemilu lalu. Kita harapkan saat Pilkada lebih tinggi, bisa tembus 90 persen,” ujarnya.

Untuk meraih itu, katanya, memang bukan perkara mudah. Dibutuhkan berbagai strategi dan upaya untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat turut serta dalam pesta demokrasi itu.

Artikel Menarik Lainnya :  Kelewatan! Korupsi Barang Tanggap Darurat Bencana Covid-19

”Termasuk peran wartawan agar mampu menjadikan pesta demokrasi yang berintegritas sebagai arus utama,” tandasnya.

Sementara itu, Kabag Humas Setda Kota Magelang, Al Idris mengusulkan agar KPU ke depan untuk lebih terbuka dalam menyajikan informasi kepada publik. Dia menggarisbawahi soal penghitungan cepat (quick qount) agar benar-benar dilakukan oleh lembaga survei yang kredibel.

Baca Juga
Bea Cukai Magelang Ungkap 43 Kasus, Musnahkan Ratusan Ribu Rokok Ilegal

”Lembaga survei yang diminta KPU itu cukup satu saja tetapi harus yang perfect dan kredibel, sehingga kemunculannya tidak membingungkan masyarakat. Seperti pada pelaksanaan pemilihan sebelumnya, publik dipusingkan dengan penghitungan cepat, yang beda-beda versi,” tuturnya.

Tidak hanya itu, sajian data kepada wartawan pun, kata Idris, harus dipermudah lagi. Ini diharapkan peran wartawan bisa melanjutkan informasi tersebut dan mencegah adanya hoaks.

”Karena hoaks itu diciptakan untuk membuat kegaduhan. Padahal informasinya tidak dibenarkan. Nah, dari kawan-kawan media ini saya kira adalah senjata terbaik melawan hoaks, karena media mereka sangat terpercaya dan punya badan hukum. Beda dengan media lain, yang biasanya akan muncul ketika isu sensitif hadir, semacam Pilkada ini,” pungkasnya. (wid)