Talud MI di Purworejo Ambrol, Akses Jalan Kaliwungu Terganggu

Foto: PENANGANAN. Warga bersama Banser gotong-royong melakukan penanganan talud ambrol di MI Desa Kaliwungu Kecamatan Bruno
Foto: PENANGANAN. Warga bersama Banser gotong-royong melakukan penanganan talud ambrol di MI Desa Kaliwungu Kecamatan Bruno

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Sebuah talud Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa  Kaliwungu Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo ambrol hingga mengakibatkan akses jalan warga terganggu. Talud tersebut ambrol terjadi hujan deras selama beberapa jam.

Air yang seharusnya masuk ke saluran air tersumbat dan menyebabkan air menggenang di halaman MI.

Muhamad Shohison, salah satu relawan Banser Koryon Bruno, mengatakan bahwa talud MI di wilayah Dusun Kalibang Desa Kaliwungu tersebut ambrol dan menutup jalan pada Senin (16/12) sore.  Di perkirakan, hujan dengan curah tinggi dan saluran air tersumbat menjadi penyebab ambrolnya talud.

“Karena turun hujan, air hujan dari atap gedung mengalir ke halaman MI NU Kalibang Kaliwungu Bruno Purworejo, hingga menggenang tinggi dikarenakan jalur air yang biasa untuk lewat air tertutup oleh material berupa pasir, sehingga air tidak bisa lewat di jalurnya,” katanya, Selasa (17/12).

Baca Juga
857 Pelamar CPNS di Purworejo Dinyatakan TMS, 314 Ajukan Sanggahan

Disebutkan, talud setinggi kurang lebih 3 meter tersebut  ambrol ke arah jalan hingga menutup badan jalan. Akibatnya akses jalan Desa Kaliwungu pun terputus karena tidak dapat dilewati oleh pejalan kaki maupun kendaraan. Satu jam setelah kejadian tersebut, sekitar pukul 15.00 WIB, warga bersama relawan Banser membersihkan sebagian material yang menutupi jalan.

“Kami korp Banser Koryon Bruno dan masyarakat bergotong-royong mengavekuasi semampunya. Alhamdulillah sampai petang dan tumpukan longsor bisa sedikit disingkirkan dan sudah bisa untuk pejalan kaki atau kendaraan roda dua,” sebutnya.

Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Namun, sejumlah warga kesulitan melintasinya. Mengingat waktu yang sudah mulai petang dan penerangan yang kurang mencukupi, akhirnya pembersihan sebagian material dilakukan pada keesokan harinya.

Artikel Menarik Lainnya :  Dianggap Janggal, Proyek Jalan Desa Bragolan Diadukan ke Polisi

“Untuk mobil belum bisa melewati sampai kami berhenti gotong-royong,” ungkapnya. (top)