DAS Serayu Kritis, Harus Segera Dipulihkan

DAS Serayu Kritis, Harus Segera Dipulihkan
DAS Serayu Kritis, Harus Segera Dipulihkan

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Saat ini, secara nasional Indonesia mempunyai lahan kritis seluas 14 juta hektar yang tersebar di 17 ribu DAS se-Indonesia, termasuk di kawasan Dieng dan sekitarnya. Kabupaten Wonosobo berada di hulu DAS Serayu dan menjadi sumber kehidupan bagi Kabupaten Wonosobo sendiri dan daerah di bawahnya.

“DAS Serayu sendiri menjadi salah satu dari 15 DAS penting nasional yang harus dipulihkan. Sehingga, menjadi sangat penting untuk menjaga lahan yang sudah baik dan memulihkan lahan kritis di Wonosobo untuk mendukung kehidupan,” terang Kepala BPDASHL Serayu Opak Progo, Sri Handayaningsih, kemarin di Wadaslintang.

Menurutnya, penanganan lahan kritis di tingkat tapak tidaklah sederhana. Bahkan, sering menghadapi permasalahan sosial yang cukup komplek. Karena itu perlu dilakukan penanganan bersama lintas sektor dan pendekatan bentang lahan terpadu.

“Semangat pemulihan DAS berupa rehabilitasi hutan dan lahan semakin digaungkan melalui GNPDAS. Ini merupakan sebuah gerakan bersama lintas sektor dengan mengedepankan prinsip keterpaduan dalam penanganan,” terangnya.

Baca Juga
Sigaluh Longsor, Jalur Purwokerto ke Semarang Via Wonosobo Dialihkan

Pemulihan DAS secara lebih luas harus melibatkan partisipasi masyarakat. Gerakan tersebut diinisiasi Kementerian LHK dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam memulihkan hutan dan lahan. Tujuannya untuk penyelamatan sumberdaya air, peningkatan produktivitas lahan, perubahan iklim dan pencegahan bencana hidrometeorologi.

Pemerintah pusat berkomitmen dan siap mendukung pemulihan lahan di Kabupaten Wonosobo membagikan 10.000 bibit sengon dan 8.300 bibit produktif berupa tanaman buah buahan untuk kelompok masyarakat di Wonosobo.

Selain itu, mengalokasikan 10.000 bibit macadamia untuk rehabilitasi kawasan Dieng di Kabupaten Wonosobo, yang rencananya akan didistribusikan pada bulan Januari 2020. Dimana Macadamia merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus juga sebagai tanaman konservasi lahan.

Artikel Menarik Lainnya :  Tak Mau Divaksin, Guru Bakal Disanksi Tegas

“Rehabilitasi dengan tanaman macadamia diharapkan menjadi titik temu persoalan tenure, degradasi lahan, dan kebutuhan ekonomi rumah tangga,” katanya.

Baca Juga
857 Pelamar CPNS di Purworejo Dinyatakan TMS, 314 Ajukan Sanggahan

Wabup Agus Subagiyo pada kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian LHK dan BPDAS Serayu Opak Progo serta semua pihak yang peduli dan ikut melestarikan lingkungan dan pemulihan lahan kritis di Wonosobo.

“Sementara untuk Wadaslintang sendiri merupakan lingkungan yang merupakan sabuk hijau, dimana di situ terdapat Waduk Wadaslintang yang harus terus dijaga kelestariaanya. Penghijauan di sekeliling waduk harus terus dilakukan agar waduk terus terjaga dari pendangkalan, akibat terkikisnya lahan di sekeliling waduk,” pungkasnya. (gus)