Bea Cukai Magelang Ungkap 43 Kasus, Musnahkan Ratusan Ribu Rokok Ilegal

bea cukai
Bea Cukai Magelang Ungkap 43 Kasus, Musnahkan Ratusan Ribu Rokok Ilegal

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG– Bea Cukai Magelang musnahkan 234.492 batang rokok yang dikemas ke dalam berbagai merek dan jenis, 2.840 gram tembakau iris dan 15.750 mililiter cairan liquid vape.

Ikut ambil bagian dalam komitmen Gempur Rokok ilegal, Bea Cukai Magelang telah secara gencar melakukan berbagai penindakan dari periode November 2018 sampai  Oktober 2019 di seluruh wilayah pengawasan Kantor Bea Cukai Magelang, yang meliputi wilayah Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Purworejo, Temanggung dan Wonosobo. Terbukti, dalam periode tersebut telah dilakukan penindakan terhadap 43 kasus barang kena cukai ilegal yang didominasi oleh rokok dan cairan liquid vape ilegal.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Magelang, Endang Retnowati mengungkapkan peredaran rokok ilegal merupakan salah satu hal yang secara terus-menerus diawasi oleh Bea Cukai. “Tak hanya melakukan pengawasan, berbagai penindakan telah dilakukan di daerah-daerah produksi dan distribusi produk barang kena cukai (BKC) berupa hasil tembakau di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk melindungi masyarakat dari bahaya rokok ilegal, serta merupakan upaya nyata dalam mengamankan hak negara dalam bentuk penerimaan dibidang cukai,”terangnya

Disebutkan Endang, barang-barang yang dilakukan penindakan oleh Bea Cukai Magelang terbukti telah melanggar aturan ketentuan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai dan telah ditetapkan menjadi Barang Milik Negara untuk selanjutnya dimusnahkan berdasarkan surat persetujuan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Jawa Tengah dan DI Jogjakarta nomor S-38/MK.6/WKN.09/2019 hal Persetujuan Pemusnahan Barang yang Menjadi Milik Negara Pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Magelang.

“Dari 43 kasus penindakan yang telah dilakukan, ditemukan beragam modus pelanggaran yang dilakukan atas barang-barang kena cukai tersebut. Modus pelanggaran yang berhasil ditemukan petugas bea dan cukai didominasi oleh peredaran barang kena cukai tanpa dilekati pita cukai dan peredaran barang kena cukai menggunakan pita cukai palsu,”tutur Endang.

Artikel Menarik Lainnya :  Buron Selama 13 Tahun, Adelin Lis di Tangkap di Singapura

Keseluruhan barang-barang kena cukai ilegal tersebut nilainya ditaksir mencapai lebih dari Rp176 juta dengan potensi kerugian negara secara materiil mencapai Rp112 juta.

Dampak positif dari pengawasan terhadap peredaran barang kena cukai ilegal ini, antara lain adalah pengamanan penerimaan negara dari sektor cukai, perlindungan masyarakat dari Barang Kena Cukai ilegal, serta melindungi masyarakat dari dampak negatif dari konsumsi barang kena cukai ilegal. “Penindakan yang dilakukan oleh Bea Cukai Magelang merupakan hasil dari sinergi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum lain.Terima kasih atas dukungan dan kerja sama serta peran aktif dari semua pihak, baik masyarakat, media maupun instansi pemerintah untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap peredaran barang kena cukai yang diindikasikan tidak sesuai ketentuan,” tandasnya. (hen)